Round-Up

Seiya Seirama Erdogan-Jokowi Demi Kemerdekaan Palestina

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 20:17 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden Reccep Tayyib Erdogan (Repro detikcom atas foto Biro Setpres dan Reuters)
Foto: Presiden Jokowi dan Presiden Reccep Tayyib Erdogan (Repro detikcom atas foto Biro Setpres dan Reuters)
Jakarta -

Para pemimpin dunia menyampaikan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ada nada yang seirama antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal kemerdekaan Palestina.

Sebagaimana diketahui, Jokowi menyampaikannya saat berpidato untuk pertama kalinya di Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.

"Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung (Konferensi Asia Afrika), yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya," kata Jokowi saat berpidato di Sidang Umum PBB yang juga disiarkan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9/2020).

Jokowi berpidato dalam bahasa Indonesia. Namun Jokowi beberapa kali menggunakan bahasa Inggris di sela-sela pidatonya.

Jokowi juga menyinggung soal komitmen negara-negara ASEAN dalam menjaga perdamaian. Jokowi menyebut kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai dan sejahtera.

"Di kawasan kami sendiri, bersama negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia terus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Pada hari jadinya yang ke-53, 8 Agustus 2020 yang lalu, ASEAN kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan," ujarnya.

Senada dengan Jokowi, Recep Tayyip Erdogan secara agresif mengecam Israel dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Dia menuduh Israel mengulurkan "tangan kotor" ke Yerusalem.

Seperti dilansir The Times of Israel, Rabu (23/9/2020), Erdogan juga mendorong pengunduran diri utusan Israel untuk PBB.

Selanjutnya
Halaman
1 2