International Updates

China Marah ke AS Soal Larangan Impor Xinjiang, TKI Tuntut Jaksa Singapura

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 18:03 WIB
AS blokir produk China yang disebut dibuat di kamp kerja paksa Xinjiang (AFP Photo)
Foto: AS blokir produk China yang disebut dibuat di kamp kerja paksa Xinjiang (AFP Photo)

"Ya, menurut saya itu memalukan," ucap Trump saat ditanya soal total kematian akibat Corona yang menembus 200 ribu orang di AS, seperti dilansir CNN, Rabu (23/9/2020).

Data terbaru dari Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan AS sejauh ini mencatat total 200.724 kematian. Total kasus Corona di AS saat ini melebihi 6,8 juta kasus.

- Marah Soal Larangan Impor Produk Xinjiang, China: AS Tak Berhak Ikut Campur

Pemerintah China bereaksi marah atas tindakan Amerika Serikat melarang impor dari wilayah Xinjiang atas klaim kerja paksa. China mengeluhkan "kebohongan palsu" yang disebutnya dimaksudkan untuk merugikan bisnis China.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mendukung larangan atas klaim kerja paksa sistematis di Xinjiang, di mana para aktivis mengatakan lebih dari satu juta orang Uighur dan warga muslim lainnya yang sebagian besar berbahasa Turki, telah dipenjara di kamp-kamp.

Beijing bereaksi dengan marah atas tindakan AS itu, dengan mengatakan bahwa itu "dengan jahat memfitnah situasi hak asasi manusia di Xinjiang, China".

"China mengungkapkan kemarahan yang kuat dan penolakan yang tegas, dan telah membuat pernyataan tegas kepada AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/9/2020).

- Klaim Pemerintahan PM Muhyiddin Telah Jatuh, Anwar Ibrahim Cuma Gimik?

Pimpinan Partai United Malays National Organisation (Umno) menggambarkan pengumuman Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim yang mengklaim memiliki mayoritas kuat untuk membentuk pemerintahan baru Malaysia sebagai tipu muslihat alias gimik. Anwar disebut sengaja menarik dukungan Pemilihan Umum Negara (PRN) Sabah.

Dilansir Malaysia Kini, Rabu (23/9/2020) Ketua Pemuda Umno Asyraf Wajdi Dusuki, mengatakan ia yakin tidak ada anggota parlemen Umno yang terlibat dalam 'tipu muslihat' Anwar.

"Saya tidak yakin ada anggota parlemen Umno yang terlibat. Ini hanya tipu muslihat Anwar yang pernah melakukan gimik yang sama pada 16 September 2008 saat BN (Barisan Nasional) berkuasa," ujar Asyraf.

Halaman

(ita/ita)