Marah Soal Larangan Produk Xinjiang, China: AS Tak Berhak Ikut Campur!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 17:29 WIB
Upaya Cina Pulihkan Nama Terkait Dugaan Pelanggaran HAM di Xinjiang
pusat pelatihan Uighur di Xinjiang (Foto: DW (News))
Jakarta -

Pemerintah China bereaksi marah atas tindakan Amerika Serikat melarang impor dari wilayah Xinjiang atas klaim kerja paksa. China mengeluhkan "kebohongan palsu" yang disebutnya dimaksudkan untuk merugikan bisnis China.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mendukung larangan atas klaim kerja paksa sistematis di Xinjiang, di mana para aktivis mengatakan lebih dari satu juta orang Uighur dan warga muslim lainnya yang sebagian besar berbahasa Turki, telah dipenjara di kamp-kamp.

Beijing bereaksi dengan marah atas tindakan AS itu, dengan mengatakan bahwa itu "dengan jahat memfitnah situasi hak asasi manusia di Xinjiang, China".

"China mengungkapkan kemarahan yang kuat dan penolakan yang tegas, dan telah membuat pernyataan tegas kepada AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/9/2020).

"Urusan Xinjiang adalah murni urusan dalam negeri China. AS tak berhak untuk ikut campur. Apa yang disebut masalah kerja paksa adalah kebohongan yang dibuat-buat oleh organisasi dan individu Barat tertentu," imbuhnya.

Wang juga menuduh AS menggunakan klaim kerja paksa untuk "membatasi dan menekan bisnis Xinjiang".

Raksasa pakaian Swedia H&M mengatakan bulan ini pihaknya mengakhiri hubungannya dengan produsen benang China atas tuduhan kerja paksa.

Selanjutnya
Halaman
1 2