International Updates

Pengkritik Xi Jinping Dibui 18 Tahun, WNI Dimutilasi Kekasih di Malaysia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 18:09 WIB
Presiden China, Xi Jinping, menyerukan agar China dan Amerika Serikat (AS) bersatu untuk memerangi pandemi virus Corona.
Presiden China Xi Jinping (Foto: AP Photo)

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2020), lima jet tempur Rafale pertama dari total 36 jet tempur Rafale yang dibeli India dari Prancis senilai total US$ 9,4 miliar (Rp 138,9 triliun) telah secara resmi ditugaskan pada 10 September lalu. Menteri Pertahanan Rajnath Singh menyebutnya sebagai 'pesan kuat' bagi musuh-musuh India.

"Jet-jet tempur Rafale telah melakukan pengenalan di wilayah operasional kami termasuk Ladakh," tutur seorang pejabat senior Angkatan Udara India yang enggan disebut namanya kepada AFP.

- Mutilasi Kekasih Asal Indonesia, Pria 54 Tahun Diadili di Malaysia

Seorang petani durian berusia 54 tahun didakwa atas kasus pembunuhan kekasihnya yang berkewarganegaraan Indonesia di Malaysia. Dia menjalani dakwaan di Pengadilan Magistrat di Melaka.

Dilansir The Star, Selasa (22/9/2020) petani itu bernama Loh Kui Khong. Pria itu dihadirkan di hadapan hakim Teoh Shu Yee pada hari Selasa (22/9) dan mendengarkan dakwaan dalam bahasa Mandarin yang dibacakan oleh seorang penerjemah.

Menurut berkas dakwaan, Loh membunuh kekasihnya asal Indonesia di sebuah rumah di areal kebun durian di Taman Bertam Impian, Tanjung Minyak, antara pukul 00.00 hingga 08.00 pada 7 September lalu.

- Panas! Nyaris 40 Pesawat Tempur China Langgar Garis Tengah Selat Taiwan

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, menuduh China secara sengaja mengobarkan ketegangan di kawasan Asia Timur. Tuduhan ini dilontarkan Presiden Tsai setelah nyaris 40 pesawat tempur China melanggar garis tengah Selat Taiwan yang sensitif pada Jumat (18/9) dan Sabtu (19/9) lalu.

"Apa yang kita lihat sekarang bukan hanya situasi di Selat Taiwan, tapi situasi kawasan. Aktivitas militer China baru-baru ini, terutama dalam beberapa hari terakhir, jelas merupakan ancaman kekuatan, yang merupakan bagian dari serangan verbal dan ancaman militer (terhadap Taiwan)," tegas Presiden Tsai seperti dilansir CNN, Selasa (22/9/2020).

Peningkatan aktivitas militer China terjadi saat Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Ekonomi, Energi dan Lingkungan, Keith Krach, berkunjung ke Taipei. Kunjungan Krach selama tiga hari itu dikecam oleh China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menuntut kedua belah pihak 'segera menghentikan' pertukaran resmi.

Halaman

(ita/ita)