India Tangkap Wartawan yang Diduga Jadi Mata-mata China

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 17:06 WIB
Sebanyak 20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan militer China di Ladakh, Kashmir, yang masuk pegunungan Himalaya. Begini potret di Ladakh usai bentrokan terjadi.
Penangkapan terjadi di tengah ketegangan India dan China akibat konflik di perbatasan (AP Photo)
New Delhi -

Kepolisian New Delhi di India menangkap seorang wartawan lokal atas tuduhan menyerahkan 'informasi sensitif' kepada agen intelijen China. Penangkapan wartawan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara India dan China di perbatasan Himalaya yang menjadi sengketa kedua negara.

Seperti dilansir Reuters, Senin (21/9/2020), Kepolisian New Delhi mengumumkan bahwa wartawan lokal bernama Rajeev Sharma (61) itu ditangkap pekan lalu dan polisi telah menyita sejumlah dokumen rahasia terkait Departemen Pertahanan India dari rumah sang wartawan.

Tidak disebutkan nama media tempat Sharma bekerja. Dia disebut sebagai wartawan lepas atau freelance.

Seorang wanita China dan seorang mitranya asal Nepal juga ditangkap atas tuduhan memberikan pasokan 'sejumlah besar uang' kepada Sharma karena 'menyampaikan informasi kepada intelijen China'.

"Saat diinterogasi, Rajeev Sharma telah mengungkapkan keterlibatannya dalam mendapatkan informasi rahasia/sensitif dan selanjutnya menyalurkannya kepada seorang handler dari China," ujar Wakil Komisioner Kepolisian New Delhi, Sanjeev Kumar Yadav, dalam pernyataannya.

Pihak Kepolisian New Delhi menyatakan Sharma ditugaskan untuk menyalurkan informasi soal masalah perbatasan India-China dan persoalan lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Disebutkan juga bahwa antara Januari 2019 hingga September 2020, Sharma menerima uang lebih dari 3 juta Rupee (Rp 602,5 juta ) dari salah satu handler-nya.

Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentar atas kasus ini.

Penangkapan ini dilakukan saat hubungan India dan China dilanda ketegangan terkait konflik di perbatasan Himalaya yang menjadi sengketa. Hubungan kedua negara memburuk sejak bentrokan berdarah yang pecah pada Juni lalu, dengan sedikitnya 20 tentara India tewas. China, menurut pernyataan pemimpin redaksi Global Times pada pekan lalu, mengalami kematian yang 'jauh lebih sedikit' dari 20 kematian dalam bentrokan Juni lalu.

Simak video 'India dan China Sepakat Turunkan Tensi Ketegangan di Perbatasan':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)