Lebih dari 200 Kasus Corona Terdeteksi di Penjara Terbesar Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 14:36 WIB
FILE - This Aug. 18, 2009 file photo, shows Roumieh Prison, in the Beirut suburb of Roumieh, Lebanon. The head of the countrys doctors union warned Thursday, Sept. 17, 2020 that Roumieh, Lebanons largest prison, is witnessing an alarming spread of coronavirus cases with more than 200 detainees testing positive recently and more could get the infection as many of them are not abiding by preventive measures. (AP Photo/Bilal Hussein, File)
Ilustrasi -- Penjara Roumieh di Lebanon (AP Photo/Bilal Hussein, File)
Beirut -

Penjara terbesar di Lebanon melaporkan lebih dari 200 kasus positif virus Corona (COVID-19) di dalam lingkungannya. Otoritas Lebanon diserukan untuk mempercepat proses persidangan agar mengurangi kepadatan di dalam penjara.

"Ada lebih dari 200 kasus COVID-19 di penjara Roumieh," ungkap kepala serikat dokter Lebanon, Sharaf Abu Sharaf, kepada wartawan di Beirut, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2020).

Otoritas Lebanon sebelumnya mengumumkan 22 kasus positif Corona di penjara terbesar di negara tersebut, pada akhir pekan.

Abu Sharaf tidak menjelaskan lebih lanjut apakah kasus-kasus baru itu merupakan tahanan atau juga menyertakan sipir penjara. Namun dia menyalahkan para tahanan atas lonjakan kasus Corona di dalam penjara, dengan menyebut mereka tidak mematuhi protokol kesehatan.

Abu Sharaf juga menyerukan kepada otoritas Lebanon untuk mempercepat proses persidangan untuk mengurangi kepadatan penjara tersebut. Diketahui bahwa seorang tersangka di Lebanon bisa mendekam berbulan-bulan di penjara tanpa persidangan.

Penjara Roumieh mampu menampung lebih dari 4 ribu tahanan, sekitar tiga kali lipat lebih banyak dari kapasitas seharusnya. Sejak lama, penjara itu dikenal dengan kondisinya yang buruk.

Pada akhir pekan lalu, otoritas keamanan Lebanon pertama mengumumkan 22 kasus positif Corona di dalam penjara Roumieh. Kasus-kasus itu terdiri atas 9 sipir penjara dan 13 tahanan yang telah dipindahkan ke unit isolasi.

Menanggapi situasi itu, pelaksana tugas Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, menyatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan untuk mempersiapkan dua rumah sakit di wilayah Bekaa dan satu rumah sakit di Beirut untuk merawat para tahanan yang positif Corona.

Jumlah kasus Corona di Lebanon melonjak dalam beberapa pekan terakhir, khususnya setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu yang menewaskan lebih dari 190 orang. Sejauh ini, total 26.083 kasus Corona tercatat di Lebanon, dengan 259 kematian.

(nvc/rdp)