Round-Up

Jatuhnya Lion Air Jadi Sorotan Kongres Negeri Paman Sam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:20 WIB
FILE - In this April 10, 2019, file photo a Boeing 737 MAX 8 airplane being built for India-based Jet Airways lands following a test flight at Boeing Field in Seattle. Boeing is reassuring airline industry leaders about the safety of the grounded 737 Max as it continues working to get the plane back in service. The aircraft maker invited about 30 union officials, safety experts and others to the Seattle area for two days of meetings with Boeing executives and factory tours. (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Foto: Boeing 737 Max (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Jakarta -

Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max di Indonesia dan Ethiopia mendapat sorotan dari Kongres Amerika Serikat (AS). Kongres mengungkap bahwa insiden tersebut terjadi karena budaya menutup-nutupi.

Dilansir BBC, Kamis (17/9/2020) Kongres menyalahkan "budaya menutup-nutupi" di Boeing, tapi juga menyebutkan bahwa sistem regulasi "cacat secara fundamental". Hal ini diungkap dalam sebuah laporan.

Boeing mengatakan telah "mendapat banyak pelajaran penting" dari kecelakaan tersebut. Namun keluarga korban menuduh perusahaan dan regulator terus menyembunyikan informasi.

Laporan Kongres AS sangat kritis terhadap Boeing dan regulator penerbangan di negeri itu, Federal Aviation Administration (FAA).

"Boeing gagal dalam desain dan pengembangan Max, dan FAA gagal dalam pengawasan terhadap Boeing serta sertifikasi pesawat tersebut," demikian kesimpulan dari penyelidikan selama 18 bulan itu.

Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah dua insiden di Indonesia dan Ethiopia menyebabkan kematian 346 orang.

Laporan setebal 250 halaman itu menemukan serangkaian kegagalan dalam desain pesawat, ditambah "regulatory capture", yakni hubungan yang terlalu dekat antara Boeing dan regulator federal, yang mengompromikan proses sertifikasi keselamatan.

"(Kecelakaan itu) adalah kulminasi dari serangkaian asumsi teknis yang salah oleh para insinyur Boeing, kurangnya transparansi di pihak manajemen Boeing, dan minimnya pengawasan oleh FAA."

Simak juga video 'Kronologi Tergelincirnya Pesawat Lion Air di Bandara Supadio':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2