Negara-negara Kaya Kuasai Lebih dari Separuh Pasokan Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 10:48 WIB
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja
Ilustrasi (BBC World)
Nairobi -

Negara-negara kaya termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris dan Jepang dilaporkan telah membeli lebih dari separuh pasokan vaksin virus Corona (COVID-19) potensial.

Seperti dilansir CNN, Kamis (17/9/2020), hal itu dilaporkan oleh organisasi anti-kemiskinan internasional, Oxfam, pada Rabu (16/9) waktu setempat. Disebutkan Oxfam bahwa negara-negara kaya mewakili 13 persen dari total populasi dunia, namun diketahui telah membeli 51 persen pasokan vaksin Corona untuk persediaan di masa mendatang.

Dalam laporannya, Oxfam menggunakan data yang dikumpulkan oleh perusahaan analis Airfinity untuk menganalisis kesepakatan antara pemerintah dan pembuat vaksin yang telah dipublikasikan.

Oxfam menghitung lima organinasi, yakni AstraZeneca, Gamaleya Rusia, Moderna, Pfizer dan Sinovac China, memiliki kapasitas produksi gabungan untuk membuat 5,9 miliar dosis vaksin. Jumlah itu cukup untuk memvaksinasi nyaris 3 juta orang -- kurang dari setengah populasi dunia -- jika setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin seperti yang diperkirakan.

Dalam laporannya, Oxfam menyebut bahwa kesepakatan pasokan vaksin telah disetujui untuk 5,3 miliar dosis. Sebanyak 2,7 miliar dosis di antaranya, atau 51 persen dari total perkiraan pasokan -- telah dibeli negara-negara maju seperti Inggris, AS, Australia, Jepang, Swiss, Israel, Hong Kong dan Macau, juga Uni Eropa.

Sisanya sebanyak 2,6 miliar dosis telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Bangladesh, China, Brasil, Indonesia dan Meksiko.

Simak juga video 'WHO: Penundaan Uji Coba Vaksin adalah Sebuah 'Peringatan'':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2