Trump Akui Pernah Ingin Bunuh Presiden Suriah, Tapi Ditentang Eks Menhan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 16:47 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered: From what I understand, the answer is yes. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Dituliskan Woodward dalam bukunya bahwa Mattis memberitahu Trump bahwa dirinya akan 'melakukannya dengan benar', namun dia akhirnya kembali dengan mengajukan rencana untuk serangan udara terbatas.

Kepada Fox News, pekan ini, Trump menyatakan dirinya tidak menyesali keputusannya untuk tidak menargetkan Assad dalam operasi militer. Trump menyebut dirinya tetap 'bisa hidup apapun yang terjadi'.

"Saya menganggapnya (Assad-red) jelas bukan orang baik, tapi saya punya kesempatan untuk mengenyahkannya jika saya mau dan Mattis menentangnya," tutur Trump. "Mattis menentang sebagian besar hal itu," imbuhnya.

Assad yang memerintah Suriah selama bertahun-tahun di tengah konflik yang menewaskan ratusan ribu orang. Rezim Assad dituduh melakukan serangkaian tindak kriminal, termasuk penyiksaan, eksekusi di luar hukum, pemerkosaan dan penggunaan senjata kimia.

Halaman

(nvc/rdp)