PBB Desak Myanmar Libatkan Rohingya dalam Pemilihan Umum

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 08:56 WIB
Tidak Ada Kemajuan Dalam Krisis Rohingya
Ilustrasi (Pengungsi Rohingya Foto: DW (News)
Jakarta -

Delapan anggota Dewan Keamanan PBB mendesak agar Maynmar melibatkan warga Rohingya dalam pemilihan yang akan datang. Pengumuman itu dipublikasikan setelah DK PBB melakukan pertemuan virtual secara tertutup yang ditandatangani olah 8 negara.

Dilansir AFP, Sabtu (12/9/2020) delapan negara anggota itu adalah Belgia, Republik Dominika, Estonia, Prancis, Jerman, Tunisia, Inggris dan Amerika Serikat.

"Kami menghargai upaya yang dilakukan pemerintah Myanmar dalam demokrasi negaranya," demikian bunyi pernyataan itu.

"Pemilu pada 8 November merupakan tonggak penting dalam transisi Myanmar, yang telah didukung oleh komunitas internasional dengan pendanaan dan keahlian teknis," tambahnya.

Mereka menggarisbawahi komitmen itu untuk memastikan individu dari semua komunitas termasuk Rohingya dapat berpartisipasi "dengan aman, sepenuhnya dan setara dalam pemilihan yang kredibel dan inklusif,".

Selain itu, mereka juga menyatakan keprihatinan tentang bentrokan yang terus berlanjut di Negara Bagian Rakhine dan Chin Myanmar serta menyatukan "segera menghentikan permusuhan".

Sejak 2017 sekitar 740.000 Rohingya telah melarikan diri dari pelanggaran militer Myanmar dan berlindung di negara tetangga Bangladesh, di sama mereka dijejali kamp-kamp besar.

Krisis tersebut telah membuat Burma dituduh melakukan "genosida" di hadapan Mahkamah Internasional.

Pernyataan dari 8 negara itu mendesak Myanmar "untuk mempercepat upayanya untuk mengatasi penyebab jangka panjang krisis di Rakhine dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemulangan pengungsi yang aman, sukarela, berkelanjutan dan bermartabat,"

Mereka juga meminta pertanggungjawaban Myanmar atas kekerasan itu.

Simak video 'Tentara Myanmar Akui Kejahatan Mereka terhadap Rohingya':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)