Brasil Uji Coba Vaksin Corona Buatan Rusia, Bakal Beli 50 Juta Dosis

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 09:27 WIB
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja
Ilustrasi (BBC World)
Brasilia -

Negara bagian Bahia di Brasil sepakat untuk menjadi lokasi uji coba klinis fase 3 bagi vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia yang bernama Sputnik V. Otoritas Bahia juga berencana untuk membeli 50 juta dosis vaksin Corona buatan Rusia bagi warga setempat.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/9/2020), Gubernur Bahia, Rui Costa, menyatakan bahwa perjanjian telah ditandatangani pada Selasa (8/9) waktu setempat untuk melakukan uji coba klinis itu.

Negara bagian Bahia akan menerima 500 dosis pertama segera setelah regulator kesehatan Brasil, Anvisa, menyetujui protokol untuk uji coba. Rusia menyebut Sputnik V sebagai vaksin Corona pertama yang resmi terdaftar di dunia, meskipun uji coba klinis fase 3 belum selesai dilakukan.

Dalam pernyataannya, Costa menyatakan bahwa pemerintah federal Brasil harus berbuat lebih banyak untuk menjalin kemitraan internasional demi membantu penelitian vaksin-vaksin Corona yang sedang dikembangkan.

Jika uji coba klinis Sputnik V yang diperkirakan mulai pada Oktober mendatang terbukti berhasil, otoritas Bahia akan berupaya memasarkan vaksin Corona buatan Rusia itu di Brasil melalui pusat penelitian farmasi yang bernama Bahiafarma. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan negara bagian Bahia, Fabio Vilas-Boas, dalam pernyataannya.

Secara terpisah, menurut seorang sumber dari pemerintah Bahia, otoritas negara bagian itu berkomitmen untuk membeli 50 juta dosis vaksin Sputnik V nantinya.

Diketahui bahwa Sputnik V dikembangkan oleh Institut Penelitian Gamaleya di Moskow dan dipasarkan oleh Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF). Bulan lalu, RDIF menandatangani perjanjian dengan negara bagian Parana di Brasil untuk menguji coba dan memproduksi vaksin buatan Rusia itu.

Dalam pernyataan pada Kamis (10/9) waktu setempat, Kepala Eksekutif RDIF, Kiril Dmitriev, menuturkan bahwa 'satu lagi negara bagian besar di Brasil setuju untuk mendapatkan 50 juta dosis vaksin'. Namun dia tidak menyebut lebih lanjut nama negara bagian itu.

(nvc/ita)