Round-Up

Cerita Anjing Bernyanyi Bangkit dari Kepunahan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 22:06 WIB
Anjing bernyanyi Papua, hewan sakral yang diperkirakan dibawa ke Papua sejak 3.500 tahun lalu
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Seekor anjing di Papua dengan sebutan anjing bernyanyi Nugini (New Guinea singing dog) mengisahkan cerita yang berbeda dengan hewan serupa lainnya. Sebab, anjing ini disebut sudah punah puluhan tahun lalu, namun kini terlihat kembali.

Anjing ini dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat. Masyarakat yang disebut Suku Moniyang tinggal di sekitar Puncak Carstenz pada ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Anjing ini sebenarnya sangat familier dengan Suku Moni yang ada di daerah tersebut, dan dianggap sebagai bagian dari leluhur mereka, dianggap sakral juga," ujar Hari Suroto, peneliti senior di Balai Arkeologi Papua, kepada wartawan BBC News Indonesia, Resty Woro Yuniar.

"Mereka dianggap sebagai tuan tanah, atau bisa juga disebut sebagai penjaga di situ karena [anjing tersebut] untuk saat ini hanya ditemukan di kawasan [tambang emas dan tembaga] Grassberg atau di Puncak Carstenz," jelas Hari.

Menurut kepercayaan Suku Moni, jelas Hari, anjing bernyanyi ini "dapat mengetahui mana orang yang jahat dan mana orang yang baik".

"Suku Moni meyakini, anjing ini, atau [yang mereka sebut] dingo, bisa berubah menjadi manusia, tapi berubahnya malam hari, dan bisa memakan orang yang dianggap jahat atau musuh," kata Hari.

Foto anjing bernyanyi yang tadinya diperkirakan sudah punah itu diunggah oleh Anang Dianto, insinyur mesin yang bekerja untuk raksasa tambang PT Freeport Indonesia. Ia mengunggah foto-foto dan video anjing-anjing tersebut di Twitter pada akhir Juli lalu.

"Sangat merasa beruntung. Saya juga tidak ada niat apa-apa, sengaja mencari juga tidak, karena saya niatnya kerja di atas itu, cuma mereka seperti mendatangi kami," ujar Anang.

Unggahan Anang di Twitter berupa foto dan video anjing bernyanyi Papua memicu perbincangan warganet. Hingga Kamis (10/09), unggahan Anang telah dicuitkan ulang sebanyak 22.700 kali dan mendapat 2.100 komentar.

Pria berusia 30 tahun tersebut menceritakan, dirinya sedang berada di area tambang Grassberg untuk mencari sebuah peralatan, pada akhir Juli lalu. Area tambang itu sendiri berada pada ketinggian sekitar 4.000 mdpl, sementara Anang biasa bekerja di fasilitas Freeport "di bawah" atau di sekitar 2.500 mdpl.

"Saya mau pergi dari area itu, cuma kebetulan si anjing itu nongol, yang pertama kali terlihat itu yang betina, sama anak-anaknya, ada tiga, tapi mengikuti dari kejauhan.

"Saya minta teman saya yang menyetir untuk stop. Kemudian saya turun dari mobil untuk melihat lebih dekat dan memotret, eh tahunya anjing itu mendatangi sendiri. Kebetulan dapat momen itu saya foto anjingnya, saya video-in juga," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4