Round-Up

Hilang Nyawa Warga Dikira Teroris Berujung Maaf Netanyahu ke Keluarga

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 21:25 WIB
File - In this Sunday, Dec. 29, 2019 file photo, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting at his office in Jerusalem. Netanyahu said Monday that he would seek immunity from corruption charges, likely delaying any trial until after March elections, when he hopes to have a majority coalition that will shield him from prosecution. (Abir Sultan /Pool photo via AP, File)
Foto: PM Israel Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool photo via AP, File)
Yerusalem -

Seorang warga keturunan Arab-Israel dibunuh oleh polisi Israel karena keliru dikira sebagai teroris. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta maaf atas kekeliruan yang baru terungkap itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/9/2020), Netanyahu meminta maaf atas dalih pembunuhan itu. Dia menyampaikan permintaan maaf itu kepada keluarga korban.

"Saya ingin meminta maaf kepada keluarga Al-Qiyan yang ayahnya, seorang warga negara Israel, dibunuh dengan dalih bahwa dia adalah seorang teroris padahal bukan," katanya, Selasa (8/9).

Selama operasi penangkapan pada Januari 2017 di sebuah desa Badui, polisi Erez Levi dan orang Arab Israel, Yacoub Mussa Abu al-Qiyan, tewas.

Levi tewas dalam "tabrakan mobil" dan pengemudinya ditembak mati sebagai "teroris", kata polisi, sementara penduduk desa mengatakan Qiyan ditembak mati di belakang kemudi mobilnya saat mengemudi dengan kecepatan normal.

Terungkapnya kekeliruan ini bermula pada Senin (7/9) malam waktu setempat, ketika seorang jurnalis dari televisi Channel 12 Israel menunjukkan dokumen dari penyelidikan internal polisi yang menetapkan bahwa polisi telah salah.

Selanjutnya
Halaman
1 2