Round-Up

Duduk Perkara Napi Pembunuhan Bisa Jadi Anggota Parlemen Sri Lanka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 21:04 WIB
Premalal Jayasekara, narapidana kasus pembunuhan yang dilantik jadi anggota parlemen (AFP Photo)
Foto: Premalal Jayasekara, narapidana kasus pembunuhan yang dilantik jadi anggota parlemen (AFP Photo)
Kolombo -

Seorang narapidana kasus pembunuhan di Sri Lanka tetap bisa dilantik sebagai anggota parlemen. Begini duduk perkara proses pelantikan politisi asal Sri Lanka itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/9/2020) Premalal Jayasekara berasal dari Partai Podujana Sri Lanka (SLPP) yang berkuasa. Mulanya, Jayasekara sejak Agustus dihukum karena membunuh seorang aktivis oposisi usai melepaskan tembakan pada rapat umum pemilihan pada 2015.

Namun, hukuman untuk pria 45 tahun itu dijatuhkan setelah nominasi untuk pemilihan 5 Agustus, yang berarti dia masih bisa ikut serta dalam pemilihan dan mengambil kursinya.

Jayasekara tidak hadir ketika parlemen saat ini mengadakan sesi pertamanya pada 20 Agustus. Hal ini karena otoritas penjara menolak untuk membiarkannya keluar.

Namun, dia mengajukan petisi ke Pengadilan Banding pada hari Senin (7/8). Dia menyatakan bahwa ia harus dikawal dari penjara untuk menggunakan haknya sebagai anggota parlemen.

Para anggota parlemen oposisi mengenakan syal hitam sebagai protes. Mereka mencemooh Jayasekara saat dia mengambil sumpah.

Untuk diketahui, Jayasekara menjadi terpidana pembunuh pertama yang menjadi anggota parlemen di Sri Lanka. Dia telah menjadi anggota parlemen sejak 2001.

Selanjutnya
Halaman
1 2