Pertama Kali, Kenaikan Kasus Corona di Afrika Selatan Tak Capai 1.000

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 23:43 WIB
A nurse stands next to a HIV-positive patient outside a gazebo used as a mobile HIV clinic in Ngodwana, South Africa, Thursday, July 2, 2020. Across Africa and around the world, the COVID-19 pandemic has disrupted the supply of antiretroviral drugs to many of the more than 24 million people who take them, endangering their lives. An estimated 7.7 million people in South Africa are HIV positive, the largest number in the world, and 62% of them take the antiretroviral drugs that suppress the virus and prevent transmission. (AP Photo/Bram Janssen)
Foto: AP/Bram Janssen
Afrika Selatan -

Afrika Selatan telah melaporkan kurang dari 1.000 infeksi virus corona baru. Angka ini merupakan update peningkatan harian terendah dalam tiga bulan terakhir.

Dilansir dari AFP, Selasa (8/9/2020), Afrika Selatan merupakan yang tertinggi kasus COVID-19 di Benua Afrika. Afrika Selatan menyumbangkan sekitar lebih dari 1,3 juta kasus virus corona di benua itu.

Tetapi jumlah infeksi baru terus menurun sejak puncak harian rata-rata sekitar 12.000 di bulan Juli.

Hari ini, Afrika Selatan mencatat 845 kasus baru pada hari Senin, sehingga totalnya menjadi 639.362, menurut laporan tertulis kementerian kesehatan. Sedangkan kasus kematian bertambah 115 kematian, dan total sampai saat ini menjadi 15.004.

Peringkat kasus corona di Afrika Selatan saat ini turun di dunia. Awalnya berada di peringkat 5, kini berada di urutan ketujuh.

Tetapi Menteri Kesehatan Zweli Mkhize telah menyuarakan keprihatinan tentang risiko munculnya kembali infeksi.

"Kami didorong untuk melihat beberapa indikator kunci yang menunjukkan perbaikan dalam keadaan pandemi Afrika Selatan," kata Mkhize dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Namun dia memperingatkan "ancaman gelombang kedua tetap sangat nyata".

Afrika Selatan memberlakukan salah satu penguncian paling ketat di dunia pada bulan Maret untuk mengekang penyebaran virus.

Pembatasan telah dikurangi secara bertahap, dengan sebagian besar kegiatan bisnis dan ekonomi sekarang diizinkan untuk dilanjutkan.

Namun, perbatasan internasional tetap ditutup, meskipun negara tetangga Mozambik baru-baru ini dibuka kembali dan Namibia segera dibuka.

(eva/eva)