Malaysia Larang Masuk Warga dari 23 Negara, Termasuk Indonesia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:18 WIB
Night view city centre of Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, March 17, 2020. Malaysian government issued a movement order to the public starting from March 18, 2020 until March 31, 2020 to block the spread of COVID-19. For most people the new COVID-19 coronavirus causes only mild or moderate symptoms, but for some it can cause more severe illness. (AP Photo/Vincent Thian)
Ilustrasi (AP Photo)
Kuala Lumpur -

Otoritas Malaysia melarang warga dari 23 negara yang melaporkan total lebih dari 150 ribu kasus virus Corona (COVID-19) untuk masuk ke wilayahnya. Larangan masuk Malaysia ini berlaku bagi warga dari puluhan negara itu yang memegang visa jangka panjang.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (8/9/2020), Departemen Imigrasi Malaysia mengumumkan bahwa larangan masuk itu mulai berlaku pada Senin (7/9) waktu setempat. Larangan ini diberlakukan karena negara-negara itu mencatat jumlah kasus Corona yang tinggi.

Negara-negara yang warganya dilarang masuk Malaysia antara lain, Amerika Serikat (AS), Brasil, India, Rusia, Peru, Kolombia, Afrika Selatan, Meksiko, Spanyol, Argentina, Chile, Iran, Bangladesh dan Inggris. Kemudian juga Arab Saudi, Pakistan, Prancis, Turki, Italia, Jerman, Irak, Filipina dan Indonesia.

Daftar tersebut dipublikasi oleh Departemen Imigrasi Malaysia sejak Jumat (4/9) pekan lalu.

Sementara kedatangan turis telah dihentikan sejak pemberlakuan lockdown atau Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) pada Maret lalu, larangan terbaru ini akan mempengaruhi para pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang masuk daftar.

Larangan ini juga berlaku bagi mereka yang memegang status permanent resident, para peserta program Malaysia My Second Homes (MM2H), para ekspatriat dan pemegang visa kunjungan profesional. Pasangan atau suami/istri dari warga Malaysia juga pemegang visa mahasiswa juga dilarang masuk.

Pada 3 September lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pihaknya akan memberlakukan larang masuk bagi warga dari negara-negara yang mencatatkan lebih dari 150 ribu kasus Corona mulai 7 September.

Menteri Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menyebut pemerintah bisa menambahkan negara-negara lain yang dianggap berisiko tinggi untuk penularan Corona dan warga dari negara itu akan dilarang masuk ke wilayah Malaysia.

Namun, bagi kasus darurat atau kasus melibatkan hubungan bilateral, otoritas Malaysia bisa membuat pengecualian dan mengizinkan orang-orang itu masuk.

(nvc/ita)