International Updates

Raja Salman Telepon Trump Bahas Palestina, Corona di India Peringkat 2 Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 17:27 WIB
Saudi Arabias King Salman bin Abdulaziz Al Saud presides over a cabinet meeting in Riyadh, Saudi Arabia, December 12, 2017. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Raja Salman (Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, berbicara via telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dalam percakapan itu, Raja Salman memberitahu Trump bahwa Saudi sangat menginginkan solusi adil dan permanen bagi isu Palestina.

Seperti dilansir Reuters, Senin (7/9/2020), percakapan telepon antara Raja Salman dan Trump yang terjadi pada Minggu (6/9) waktu setempat ini menindaklanjuti perjanjian bersejarah antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang dimediasi AS bulan lalu.

Di bawah perjanjian itu, UEA sepakat menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. UEA menjadi negara Arab ketiga yang melakukan langkah tersebut, setelah Mesir dan Yordania.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (7/9/2020):

- Jerman Akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia Atas Diracunnya Alexei Navalny

Ketegangan yang terjadi antara Jerman dan Rusia atas dugaan meracuni tokoh oposisi Alexei Navalny semakin panas. Pemerintah Jerman mulai mempertimbangkan sanksi atas kasus ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2020), pemimpin oposisi Rusia dan juru kampanye antikorupsi, Navalny mendadak sakit dalam penerbangan bulan lalu dan dirawat di rumah sakit Siberia sebelum dievakuasi ke Berlin, Jerman.

Pemerintah Jerman mengatakan pekan lalu ada "bukti kuat" bahwa musuh utama Presiden Rusia Vladimir Putin itu telah diracuni oleh agen saraf era Uni Soviet, Novichok.

Jerman, yang memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, akan membahas kemungkinan sanksi terhadap Rusia jika Kremlin tidak memberikan penjelasan "dalam beberapa hari mendatang". Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Minggu (6/9) waktu setempat.

- Singapura Catat 40 Kasus Corona, Beberapa Baru Datang dari Indonesia

Otoritas Singapura melaporkan 40 kasus baru virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Terdapat sedikitnya 13 kasus impor di antara kasus-kasus baru itu, dengan beberapa baru datang dari Indonesia.

Selanjutnya
Halaman
1 2