International Updates

Trump Kejam Kata Kakaknya, Pesawat Ukraina 2 Kali Dirudal Iran dalam 25 Detik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 17:54 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered:
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Kementerian Kesehatan mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/8/2020), sebanyak 69.239 kasus Corona terdeteksi pada hari Minggu (23/8), dengan 912 kematian sehingga jumlah total kematian kini mencapai 56.706.

Namun, banyak ahli mengatakan bahwa skala infeksi Corona yang sebenarnya jauh lebih tinggi.

- Kotak Hitam Ungkap Pesawat Ukraina Dihantam 2 Rudal Iran dalam 25 Detik!

Analisis kotak hitam pesawat maskapai Ukraine International Airlines yang ditembak jatuh Iran, menunjukkan bahwa dua rudal menghantam pesawat penumpang itu dalam selisih waktu 25 detik. Disebutkan juga bahwa ada indikasi para penumpang masih hidup usai rudal pertama menghantam pesawat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2020), hasil analisis tersebut disampaikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Iran dalam laporan resmi pertama soal konten rekaman percakapan kokpit dan rekaman data penerbangan yang diumumkan pada Minggu (23/8) waktu setempat. Diketahui bahwa kotak hitam pesawat dikirimkan ke Prancis untuk dianalisis pada Juli lalu.

Otoritas Iran telah mengakui bahwa pihaknya secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina itu pada Januari lalu, di tengah ketegangan ekstrem dengan Amerika Serikat (AS). Sedikitnya 176 orang yang ada di dalam pesawat itu tewas.

"Sekitar 19 detik setelah rudal pertama mengenai pesawat, suara pilot di dalam kokpit, mengindikasikan bahwa para penumpang masih hidup ... 25 detik kemudian, rudal kedua mengenai pesawat," sebut Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Touraj Dehghani-Zanganeh, seperti dikutip televisi nasional Iran.

- Rekaman Rahasia Ungkap Trump Disebut Kejam dan Pembohong oleh Kakaknya

Maryanne Trump Barry, yang merupakan kakak perempuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terungkap pernah menyebut adiknya kejam dan pembohong yang tidak punya prinsip, atau yang berarti dia tidak bisa dipercaya. Hal ini terungkap dalam rekaman rahasia yang diungkap ke publik baru-baru ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), rekaman rahasia itu diungkap ke publik pada Sabtu (22/8) waktu setempat. Barry yang seorang mantan hakim federal AS, mengecam kebijakan imigrasi Trump yang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di perbatasan dan dikirimkan ke pusat-pusat tahanan.

"Semua yang ingin dia lakukan hanyalah mengesankan basis pendukungnya," sebut Barry dalam rekaman suara yang didapatkan media terkemuka AS, The Washington Post.

"Dia tidak punya prinsip. Tidak ada," tegasnya merujuk pada Trump. "Cuitannya (via Twitter) yang terkutuk dan kebohongannya, ya Tuhan," imbuh Barry dalam rekaman tersebut.

- Menhan Filipina Tuduh China Rekayasa Klaim Atas Laut China Selatan

Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina, Delfin Lorenzana, menyebut bahwa 'sembilan garis putus-putus' yang digunakan China untuk mengklaim sebagian besar wilayah perairan Laut China Selatan merupakan rekayasa. Lorenzana menuduh China menduduki wilayah maritim Filipina secara ilegal.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), tuduhan ini dilontarkan di tengah perselisihan baru antara Filipina dan China atas sengketa beting Scarborough, yang sejak lama memicu pertikaian antara kedua negara.

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Filipina melayangkan protes diplomatik terhadap China terkait apa yang disebut sebagai 'penyitaan ilegal' atas perlengkapan mencari ikan milik nelayan Filipina di dekat beting tersebut. China merebut Scarborough dari Filipina tahun 2012 lalu menyusul ketegangan kedua negara.

Halaman

(ita/ita)