International Updates

Trump Kejam Kata Kakaknya, Pesawat Ukraina 2 Kali Dirudal Iran dalam 25 Detik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 17:54 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered:
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta -

Maryanne Trump Barry, yang merupakan kakak perempuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terungkap pernah menyebut adiknya kejam dan pembohong yang tidak punya prinsip, atau yang berarti dia tidak bisa dipercaya. Hal ini terungkap dalam rekaman rahasia yang diungkap ke publik baru-baru ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), rekaman rahasia itu diungkap ke publik pada Sabtu (22/8) waktu setempat. Barry yang seorang mantan hakim federal AS, mengecam kebijakan imigrasi Trump yang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di perbatasan dan dikirimkan ke pusat-pusat tahanan.

"Semua yang ingin dia lakukan hanyalah mengesankan basis pendukungnya," sebut Barry dalam rekaman suara yang didapatkan media terkemuka AS, The Washington Post.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (24/8/2020):

- 15 Orang Positif Corona Usai Penggerebekan Maut di Kelab Malam Peru

Sekitar 23 orang ditangkap dalam penggerebekan sebuah kelab malam di Lima, Peru, terkait pelanggaran pembatasan virus Corona (COVID-19) pada akhir pekan. Dari jumlah itu, sedikitnya 15 orang di antaranya dinyatakan positif Corona.

Seperti dilansir CNN dan Associated Press, Senin (24/8/2020), penggerebekan yang dilakukan Kepolisian Peru terhadap sebuah lokasi dugem tanpa izin di tengah lockdown Corona pada Sabtu (22/8) waktu setempat berujung insiden desak-desakan maut yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Presiden Peru, Martin Vizcarra, seperti dilansir Reuters, menyatakan bahwa 15 dari 23 orang yang ditangkap polisi, telah dinyatakan positif Corona. Laporan Reuters yang mengutip pernyataan kantor jaksa penuntut setempat menyebut bahwa 11 dari 13 korban tewas dalam penggerebekan itu juga positif terinfeksi Corona.

- Nyaris 70 Ribu Kasus Sehari, Total Kasus Corona di India Tembus 3 Juta

Virus Corona terus melonjak di India. Jumlah kasus infeksi virus Corona yang dikonfirmasi di negara terpadat kedua di dunia itu telah menembus angka tiga juta pada Minggu (23/8) waktu setempat, dengan nyaris 70.000 kasus baru dalam sehari.

Tonton video 'Biden: Trump Presiden Gagal!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2