Presiden Dewan Eropa Telepon Putin Bahas Upaya Perdamaian Belarusia

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 05:05 WIB
European Council President Charles Michel delivers a speech during a plenary session on the conclusions of the extraordinary European Council meeting at the European Parliament in Brussels, on July 23, 2020. - EU leaders emerged from a marathon four-day and four-night summit on July 21, 2020 to celebrate what they boasted was a historic rescue plan for economies left shattered by the coronavirus epidemic. (Photo by Franois WALSCHAERTS / various sources / AFP)
Foto: Charles Michel (AFP/FRANCOIS WALSCHAERTS)
Moskow -

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengadakan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Selasa waktu setempat. Pembicaraan itu membahas situasi di Belarusia.

Dilansir AFP, Selasa (18/8/2020), Michel berbicara dengan pemimpin Rusia itu pada malam pertemuan darurat pata pimpinan blok untuk membahas Belarusia. Dalam beberapa waktu terakhir, protes terus bergulir di Belarusia terhadap pemilihan ulang Presiden Alexander Lukashenko yang disengketakan.

"Saya baru saja membahas situasi di #Belarus dengan Presiden Putin dari Rusia @KremlinRussia_E. Hanya dialog yang damai dan benar-benar inklusif yang dapat menyelesiakan krisi di Belarus," cuit Michel di akun Twitternya.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan Michel melakukan panggilan yang berlangsung selam 30 menit itu menyuarakan keprihatinannya tentang pemilihan umum 9 Agustus dan kekerasan yang digunakan pasukan Lukashenko terhadap pengunjuk rasa.

Michel dan Putin juga membahas bagaimana mendorong dialog untuk membawa krisis kepada kesimpulan damai, kata pejabat itu,

Lakashenko berada di bawah tekanan untuk mundur setelah 10 hari protes dan pemogokan atas klaimnya untuk memenangkan masa jabatan keeman dalam pemungutan suara dan tindakan keras polisi yang brutal terhadap protes pasca pemilihan.

Kekuatan Barat meningkatkan tekanan kepada Rusia, sekutu utama Lukashenko, agar tidak campur tangan untuk menopangnya setelah Kremlin mengatakan siap mengirim pasukan jika diperlukan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel pada Selasa menelepon Putin untuk memberitahu Belarus harus berhenti membubarkan protes damai dengan kekerasan. Dia juga berharap agar membebaskan tahanan dan bernegosiasi dengan kritikus Lukashenko.

Pihak berwenang harus "memasuki dialog nasional dengan oposisi dan masyarakat untuk mengatasi krisis," kata Juru Bicara Markel.

Diketahui demonstrasi jalanan terbesar terjadi di Belarusia selama satu pekan terakhir sejak merdeka dari Uni Soviet. Lebih dari 100 ribu orang turun ke jalan di Ibu Kota untuk menuntut Lukashenko mundur setelah 26 tahun berkuasa.

Dalam tindakan keras polisi tersebut, lebih dari 6.700 orang ditangkap dan ratusan luka-luka serta dua orang tewas dalam gelombang protes itu.

(lir/lir)