PBB: 178 Orang Tewas Akibat Ledakan di Lebanon, 30 Hilang

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 17:56 WIB
A drone picture shows smoke from the scene of an explosion at the seaport of Beirut, Lebanon, Wednesday, Aug. 5, 2020. A massive explosion rocked Beirut on Tuesday, flattening much of the citys port, damaging buildings across the capital and sending a giant mushroom cloud into the sky. (AP Photo/Hussein Malla)
Dampak ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon (AP/Hussein Malla)
Beirut -

Korban tewas akibat ledakan dahsyat di Lebanon, pekan lalu, bertambah menjadi 178 orang. Sekitar 6 ribu orang mengalami luka-luka dan 30 orang lainnya dilaporkan masih hilang hingga kini.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (14/8/2020), data itu disampaikan oleh badan urusan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam laporannya. Laporan tersebut juga menyebut bahwa ledakan dahsyat yang mengguncang pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu, berdampak pada operasional enam rumah sakit (RS) dan memicu kerusakan terhadap lebih dari 20 klinik di sebagian wilayah Beirut.

"Penaksiran awal secara cepat dalam radius 15 kilometer dari pusat ledakan, telah mengungkapkan bahwa, dari 55 fasilitas medis, hanya separuhnya yang beroperasi secara penuh dan sekitar 40 persen mengalami kerusakan sedang hingga serius dan butuh perbaikan," demikian disampaikan dalam laporan PBB.

Masih belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menyulut nyaris 3 ribu ton amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang pelabuhan Beirut. Namun dokumen-dokumen yang muncul usai ledakan menunjukkan bahwa para pemimpin dan pejabat keamanan Lebanon menyadari bahaya bahan kimia yang disimpan di pelabuhan sebelum ledakan dahsyat terjadi.

Ledakan tersebut memicu kerusakan terhadap separuh wilayah ibu kota Beirut dan memaksa pemerintah Lebanon, terutama Perdana Menteri Hassan Diab, untuk mengundurkan diri.

Pada Kamis (13/8) waktu setempat, parlemen Lebanon yang menggelar rapat pertama usai ledakan, menyetujui penetapan status darurat di Beirut. Penetapan ini memberikan wewenang lebih luas terhadap militer Lebanon di tengah memuncaknya kemarahan rakyat dan ketidakjelasan politik.

Selanjutnya
Halaman
1 2