Dokter-dokter Korea Selatan Mogok Kerja Saat Kasus Corona Melonjak

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 14:53 WIB
Otoritas Korea Selatan (Korsel) melaporkan sedikitnya 116 orang yang telah sembuh dari virus Corona (COVID-19), kembali dinyatakan positif.
Ilustrasi (AP Photo)
Seoul -

Para dokter di Korea Selatan (Korsel) melakukan aksi mogok kerja selama sehari penuh untuk memprotes rencana pemerintah soal pelatihan lebih banyak dokter-dokter baru. Dalam aksi ini, sekitar seperempat klinik medis di Korsel tutup sepanjang Jumat (14/8).

Aksi mogok kerja ini digelar saat Korsel mengalami lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2020), pemerintah Korsel berencana meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran hingga mencapai 4 ribu orang dalam 10 tahun ke depan, dengan alasan perlu persiapan lebih baik dalam menghadapi krisis kesehatan publik seperti pandemi Corona di masa mendatang.

Namun Asosiasi Medis Korea (KMA), yang membantu menggelar aksi protes itu, menyatakan Korsel sudah memiliki lebih dari cukup dokter.

Dituturkan Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang-lip, bahwa sedikitnya 8.365 fasilitas medis, dari total 33.836 fasilitas medis, termasuk klinik swasta, melakukan aksi mogok kerja sepanjang Jumat (14/8) waktu setempat. Jumlah tersebut, menurut Kim Gang-Lip, masih bisa bertambah.

Ratusan dokter dan calon dokter juga akan menggelar aksi unjuk rasa di luar Gedung Parlemen Korsel pada Jumat (14/8) waktu setempat.

"Jumlah dokter per 1.000 orang telah meningkat sebanyak 3,2 persen setiap tahun selama 10 tahun terakhir, yang berarti enam kali lipat lebih banyak dari rata-rata OECD," sebut KMA dalam pernyataannya.

Aksi mogok kerja ini digelar saat Korsel mencatat lonjakan kasus Corona dalam sehari. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menyatakan bahwa 103 kasus Corona tercatat dalam 24 jam terakhir. Angka ini tercatat sebagai tambahan kasus harian tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Dari 103 kasus baru, sebanyak 85 kasus di antaranya merupakan kasus domestik atau penularan lokal. Jumlah itu juga mencetak rekor sebagai angka penularan lokal tertinggi dalam sehari, sejak 31 Maret lalu. Kasus-kasus baru bermunculan di tempat umum, seperti restoran fast food hingga gereja.

Dengan lonjakan itu, menurut KCDC, total 14.873 kasus Corona kini tercatat di wilayah Korsel, dengan 305 kematian.

Otoritas Korsel menyatakan tengah mengkaji ulang rencana untuk menerapkan kembali aturan social distancing yang lebih ketat, termasuk yang akan membatasi pertemuan besar yang dihadiri 50 orang untuk indoor dan 100 orang untuk outdoor.

Simak juga video 'Dokter Muda di Korea Selatan Turun ke Jalan Protes Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)