Balas Serangan Balon Api, Israel Hentikan Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 15:42 WIB
A demonstrator holds a Palestinian flag during a protest at the Israel-Gaza border fence, in the southern Gaza Strip January 18, 2019. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Ilustrasi -- Perbatasan Israel dan Gaza (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Tel Aviv -

Otoritas Israel menyatakan akan menghentikan pengiriman bahan bakar ke wilayah Gaza. Hal ini menanggapi serangan balon api dari wilayah Gaza yang memicu kebakaran lahan di wilayah Israel.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2020), kelompok militan di wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, menerbangkan puluhan balon helium yang dipasangi material yang dibakar atau peledak ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir.

Serangan balon api ini dimaksudkan untuk menekan Israel agar mencabut blokade terhadap wilayah Gaza dan mengizinkan dilakukannya proyek ekonomi baru.

Israel, dengan menjadikan ancaman keamanan dari Hamas sebagai alasan untuk blokade darat dan laut terhadap Gaza, telah melakukan balasan dengan menutup perlintasan komersial utama di perbatasan Gaza. Israel juga melancarkan serangan, dengan pesawat tempur, helikopter dan tank, terhadap fasilitas militer Hamas.

Balasan dari Israel semakin ditingkatkan pada Kamis (13/8) waktu setempat, dengan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, memerintahkan penghentian sementara impor bahan bakar ke wilayah Gaza.

"Menyoroti terus berlanjutnya peluncuran balon api dari Gaza (ke Israel)," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, menyebutnya langkah itu sebagai 'tindakan agresif berat' yang 'bertujuan untuk memperburuk krisis yang dihadapi warga kita di Gaza yang diblokade'. Diketahui bahwa wilayah Gaza bergantung pada Israel untuk pasokan bahan bakar dan gas.

Disebutkan seorang pejabat perusahaan distribusi listrik utama Gaza, Mohammad Thabet bahwa penangguhan pasokan bahan bakar bisa mematikan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza dan akan memicu terputusnya aliran listrik pada rumah-rumah dan pusat bisnis warga Palestina di wilayah Gaza.

Warga Palestina di Gaza saat ini mendapatkan pasokan listrik selama 6 jam, yang diikuti oleh pemadaman listrik selama 10 jam.

Tidak hanya menghentikan penyaluran pasokan bahan bakar, Israel juga mengurangi luas area penangkapan ikan yang diperbolehkan bagi warga Palestina di Gaza, yakni dari 24 kilometer menjadi hanya 13 kilometer dari tepi pantai.

(nvc/ita)