Ayam Beku dari Brasil yang Diimpor China Terkontaminasi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 10:38 WIB
The staff of Rio de Janeiro states consumer protection agency, PROCON, inspect and remove chicken products that are not frozen from a freezer at a supermarket in Rio de Janeiro, Brazil, on March 24, 2017. - Brazil, the worlds biggest beef and poultry exporter, has been hit by allegations of corrupt practices in its meat industry. Police have halted exports by 21 meat processers suspected of bribing inspectors to issue them bogus health certificates for rotten meat. (Photo by Yasuyoshi Chiba / AFP)
Ilustrasi -- Staf badan perlindungan konsumen di Rio de Janeiro, Brasil, sedang memeriksa produk ayam beku (AFP/YASUYOSHI CHIBA)
Beijing -

Sebuah sampel sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil ke kota Shenzhen di China, dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Pelacakan kontak pun dilakukan terhadap orang-orang yang bersentuhan langsung dengan produk makanan terkontaminasi virus ini.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2020), otoritas kesehatan kota Shenzhen segera melakukan pelacakan dan memeriksa setiap orang yang mungkin melakukan kontak dengan produk makanan beku tersebut. Ditegaskan oleh otoritas kesehatan kota Shenzhen bahwa sejauh ini tidak ada yang dinyatakan positif Corona.

Pada Rabu (12/8) waktu setempat, otoritas China mendapatkan bahwa jejak virus Corona ditemukan pada kemasan udang yang diimpor dari Ekuador.

Sejak Juli lalu, beberapa kota di China, termasuk kota-kota pelabuhan seperti Xiamen dan Dalian, juga melaporkan kasus-kasus Corona serupa. Hal ini mendorong otoritas China untuk menangguhkan impor dari tiga produsen udang di Ekuador.

Virus Corona diyakini pertama muncul di pasar makanan laut dan satwa liar di kota Wuhan, China, akhir tahun lalu. China melakukan pemeriksaan besar-besaran dan intensif terhadap kontainer-kontainer berisi daging dan makanan laut di pelabuhan-pelabuhan besar setempat usai muncul wabah baru pada Juni lalu.

Wabah baru yang berpusat di pasar makanan bernama Xinfadi di Beijing itu memicu banyak kasus baru Corona yang melibatkan para pegawai pasar dan para pekerja migran di restoran sekitar pasar.

(nvc/ita)