Duterte Puji Vaksin Corona Rusia, Tawarkan Diri Jadi Relawan Uji Coba

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 15:24 WIB
Rodrigo Duterte: Saya tidak bercanda- bersihkan masker dengan bensin
Rodrigo Duterte (BBC World)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melontarkan pujian terhadap upaya Rusia dalam mengembangkan vaksin virus Corona (COVID-19). Duterte bahkan menyatakan dirinya memiliki 'kepercayaan besar' pada vaksin Corona Rusia dan menawarkan dirinya menjadi relawan uji coba.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/8/2020), pernyataan Duterte ini disampaikan saat dia menanggapi tawaran pasokan vaksin dari Rusia. Dia mengharapkan bahwa pasokan vaksin Corona dari Rusia nantinya akan bebas biaya atau gratis.

Rusia tengah menantikan persetujuan regulasi untuk kandidat vaksin Corona buatannya pada bulan ini dan siap menyalurkannya kepada Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara massal.

Filipina tercatat sebagai negara Asia Tenggara dengan total kasus Corona tertinggi. Sejauh ini, total 136.638 kasus Corona terkonfirmasi di Filipina, dengan 2.294 kematian. Pada Senin (10/8) waktu setempat, Filipina melaporkan lonjakan kasus sekitar 6.958 kasus dalam sehari.

"Saya akan memberikan Presiden (Vladimir) Putin bahwa saya memiliki kepercayaan besar pada kajian Anda dalam memerangi COVID dan saya yakin bahwa vaksin yang Anda produksi sangat baik untuk kemanusiaan," ucap Duterte dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat.

Kompetisi global dalam pengembangan vaksin Corona telah memicu kekhawatiran bahwa kecepatan dan wibawa nasional bisa membahayakan keselamatan.

Untuk menghilangkan ketakutan publik, Duterte menawarkan dirinya menjadi kelinci percobaan ketika vaksin buatan Rusia tiba. "Saya bisa menjadi orang pertama yang dapat mereka jadikan untuk uji coba," cetus Duterte.

Kantor kepresidenan Filipina dalam pernyataan pada Selasa (11/8) waktu setempat, menegaskan bahwa Filipina siap untuk bekerja sama dengan Rusia dalam uji coba vaksin, penyaluran dan produksinya.

Pada Juli lalu, Duterte mengajukan permohonan kepada China untuk menjadikan Filipina sebagai prioritas jika negara itu berhasil mengembangkan vaksin Corona.

Tonton video 'Benarkah Vaksinasi Influenza Bisa Ringankan Gejala COVID-19?':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)