Polisi Bubarkan Pesta di Taman Nasional Cevennes Prancis

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 03:46 WIB
People gather with their tents, vehicles and camping cars, for a rave party, on an agricultural land in Causse Mejean, in the heart of the Cevennes National Park, southern France on August 10, 2020, despite the limitation of gatherings linked to COVID-19, the novel coronavirus. - The rally gathered up to 10,000 people announced the prefecture of Lozere. Starting from August 9, 2020 at 8:00 am, the gendarmes had blocked the access to prevent other people from joining the party where there were also very young children, according to the prefect. Two Covid-19 screening centers are being set up in transit areas, near the site, to be operational on Tuesday morning, also said Ms. Hatsch. (Photo by Pascal GUYOT / AFP)
Foto: Pesta di taman nasional Cevennes, Prancis ( AFP/PASCAL GUYOT)
Hures-la-Parade -

Ribuan orang menghadiri pesta rave atau pesta sepanjang malam di taman nasional Cevennes, Prancis saat pandemi Corona. Mereka melakukan pesta dengan melanggar aturan jaga jarak dan memicu kemarahan penduduk setempat.

Dilansir AFP, Senin (10/8/2020) polisi di wilayah Lozere memblokir sebuah area di taman nasional Cevennes di mana sekitar 10.000 orang menghadiri pesta rave pada akhir pekan lalu. Pesta turut dihadiri oleh anak-anak kecil.

Awalnya pengunjung pesta dikarantina oleh petugas keamanan. Pada Senin sore, para pengunjung pesta diizinkan pulang secara bertahap sekitar 4.500. Hal itu disampaikan oleh pejabat tinggi setempat, Valarie Hatsch dalam sebuah pernyataan.

Polisi telah menjaga kawasan hutan lindung taman nasional itu, agar tidak ada warga yang meninggal lokasi "karena alasan kesehatan terkait dengan risiko penyebaran COVID-19," kata pihak berwenang sebelumnya kepada AFP.

Polisi saat ini juga memeriksa kadar alkohol pengunjung yang akan meninggalkan lokasi. Dan memastikan tidak ada penutupan lalu lintas di jalan raya pada puncak musim panas.

Diketahui banyak di antara pengunjung yang masih dalam kondisi mabuk berat. Sehingga mereka tidak diperbolehkan mengemudi di dataran tinggi Causse Mejean.

Sekitar 10.000 orang di ratusan mobil mengunjungi taman nasional itu pada Sabtu tengah malam untuk melakukan pesta rave. Mereka mencemooh larangan pertemuan di atas 5.000 orang karena wabah virus Corona.

(lir/lir)