Presiden Prancis Jadi Tuan Rumah Konferensi Bantuan untuk Lebanon

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 19:03 WIB
FILE - In this Tuesday, Jan. 24, 2017 file photo, French presidential candidate and former French Economy Minister Emmanuel Macron speaks during a press conference at the Government House, in downtown Beirut, Lebanon. French President Emmanuel Macron is traveling to Lebanon on Thursday Aug. 6, 2020, to offer support for the country after the massive, deadly explosion in Beirut. Lebanon is a former French protectorate and the countries retain close political and economic ties.  (AP Photo/Bilal Hussein, File)
Foto Presiden Prancis Emmanuel Macron: AP Photo/Bilal Hussein, File
Jakarta -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron hari ini menjadi tuan rumah konferensi virtual bantuan untuk Lebanon. Konferensi virtual yang didukung PBB ini bertujuan untuk mengumpulkan bantuan untuk Lebanon setelah ledakan pelabuhan Beirut.

Dilansir AFP, Minggu (9/8/2020) Macron pada hari Kamis (6/8) menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Beirut setelah ledakan hari Selasa (4/8) lalu. Macron menyampaikan duka cita ke pemimpin Lebanon dan mengulurkan bantuan untuk Lebanon.

Macron berjanji bantuan yang didapat di konferensi video, yang dimulai pada 1200 GMT, nanti akan langsung disumbangkan ke Lebanon. Dana belanja akan dilaporkan secara transparan.

Macron mengatakan konferensi tersebut bertujuan untuk memobilisasi dana dari Eropa, AS, dan negara bagian regional untuk menyediakan obat-obatan, perawatan, makanan, dan perumahan. Ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Lebanon.

"Kami juga akan menerapkan tata kelola yang jelas dan transparan sehingga semua bantuan ini, baik bantuan Prancis maupun internasional langsung disalurkan ke masyarakat, ke LSM, ke tim di lapangan yang membutuhkan, tanpa ada kemungkinan keburaman atau pengalihan, " ujar Macron.

Macron juga menyatakan ini saatnya pemerintah bertanggungjawab dan menunjukkan kekuasaanya dengan membantu rakyat pulih dari peristiwa ini. Apalagi, dalam waktu dekat ini Lebanon akan mengadakan pemilihan umum.

"ini adalah waktu tanggung jawab Lebanon hari ini dan para pemimpinnya yang membutuhkan perjanjian baru dengan rakyat Lebanon dalam beberapa pekan mendatang," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2