International Updates

Video Rudal di Lebanon Rekayasa, AS Cabut Larangan Perjalanan ke Luar Negeri

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 18:01 WIB
Perbandingan video rekayasa dan video asli terkait ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon
Foto: CNN
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut larangan perjalanan ke luar negeri, yang diberlakukan untuk seluruh warganya sejak pandemi virus Corona (COVID-19) muncul. Larangan perjalanan ini dicabut setelah diberlakukan sejak Maret lalu.

Seperti dilansir CNN, Jumat (7/8/2020), Departemen Luar Negeri AS mencabut imbauan perjalanan level 4 yang berbunyi 'Do Not Travel' pada Kamis (6/8) waktu setempat. Imbauan perjalanan level 4 merupakan level tertinggi dalam tingkatan imbauan perjalanan AS.

Imbauan perjalanan level 4 'Do Not Travel' ini diberlakukan sejak 19 Maret dan mengimbau warga AS untuk tidak bepergian ke luar negeri karena pandemi Corona.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (7/8/2020):

- Video yang Tunjukkan Rudal Saat Ledakan di Lebanon Dipastikan Rekayasa

Sejumlah video terkait ledakan di Lebanon beredar dengan salah satunya menunjukkan objek mirip rudal di lokasi. Video yang beredar di media sosial tersebut dipastikan hoax atau rekayasa.

Seperti dilansir CNN, Jumat (7/8/2020), versi asli video tersebut direkam oleh CNN dan sejumlah saksi mata di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) waktu setempat. CNN menyebut bahwa video yang menunjukkan kepulan asap pekat di pelabuhan Beirut itu dimodifikasi dan dibuat seperti klise atau gambar negatif pada foto.

Sebagai tambahan, sebut CNN, sebuah objek mirip rudal ditambahkan pada video itu.

- Seorang Pengusaha Rusia Diselidiki Terkait Ledakan di Lebanon

Otoritas Siprus sedang menginterogasi seorang pria Rusia yang disebut sebagai pemilik kapal yang membawa kargo amonium nitrat yang ditinggalkan di Beirut, Lebanon. Amonium nitrat ini diduga sebagai penyebab ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon.

Selanjutnya
Halaman
1 2