Sempat Dituduh Ada di Balik Ledakan di Lebanon, Israel Bantah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 09:39 WIB
Dua ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon, menewaskan sedikitnya 73 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ledakan ini juga menimbulkan kerusakan parah.
Dampak kerusakan akibat ledakan di Lebanon (Getty Images)
Tel Aviv -

Sebuah ledakan dahsyat yang terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon sempat memicu rumor soal keterlibatan Israel. Otoritas Israel membantah dengan tegas jika insiden dikaitkan dengan pihaknya. Israel juga menyatakan akan mengirim bantuan ke Lebanon.

"Israel tidak ada hubungannya dengan insiden itu," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2020).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan kepada televisi Israel N12 bahwa ledakan itu kemungkinan besar merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran.

Bantahan Israel disampaikan setelah beredar rumor di media sosial yang menuduh serangan udara Israel yang telah memicu ledakan besar di Lebanon itu. Rumor tersebut, seperti dilansir The Times of Israel, menyebut Israel menyerang gudang senjata Hizbullah yang ada di pelabuhan Beirut.

Selain dibantah Israel, rumor itu juga dibantah pejabat senior Hizbullah dalam pernyataan kepada OTV Lebanon. "Tidak ada kebenaran untuk rumor soal serangan Israel terhadap persenjataan Hizbullah di pelabuhan," tegas sumber pejabat senior Hizbullah itu.

Sebagaimana dilansir dari Times of Israel, Selasa (4/8), Israel menawarkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon, setelah ledakan di pelabuhan Beirut itu menewaskan puluhan dan melukai ribuan.

"Israel mendekati Lebanon melalui saluran pertahanan dan diplomatik internasional untuk menawarkan bantuan medis kepada pemerintah Lebanon," ujar Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi dalam sebuah pernyataan bersama.

Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya menginstruksikan Penasihat Keamanan Nasionalnya, Meir Ben Shabbat, untuk berdiskusi dengan utusan PBB Nickolay Mladenov soal bagaimana Israel dapat membantu Lebanon.

Mladenov mengkonfirmasi tawaran Israel itu. Dia mengatakan dalam akun Twitternya bahwa "Wilayah dan dunia harus bersatu untuk membantu rakyat Lebanon melalui masa kesedihan ini."

Ucapan duka disampaikan juga oleh Presiden Israel Reuven Rivlin, dalam cuitannya dalam bahasa Inggris, Arab dan Ibrani.

"Kami berbagi rasa sakit rakyat Lebanon dan dengan tulus menjangkau untuk menawarkan bantuan kami pada saat yang sulit ini," tulis Reuven.

Untuk diketahui, selama ini Israel telah berperang di Lebanon, rumah bagi kelompok teror Hizbullah yang didukung Iran, yang bersumpah untuk menghancurkan negara Yahudi dan merupakan bagian dari pemerintah Lebanon. Dari 1982 hingga 2000 Israel menduduki petak di Lebanon selatan untuk mengusir kelompok-kelompok warga Palestina, dan pada 2006 berperang dengan menghancurkan Hizbullah di negara itu.

Tonton video 'Amonium Nitrat Diduga Jadi Penyebab Ledakan di Lebanon, Apa Itu?':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2