Trump Sebut Ledakan Beirut Terindikasi Serangan Bom, Pentagon Bantah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 08:16 WIB
Ledakan guncang Beiru Lebanon. (Photo by Anwar AMRO / AFP)
Situasi di Beirut, Lebanon, saat diguncang ledakan besar (AFP/ANWAR AMRO)

Para pejabat Pentagon itu menyatakan merekat tidak memahami apa yang dimaksud Trump soal indikasi serangan itu.

Salah satu pejabat Pentagon ini menekankan bahwa jika memang ada indikasi serangan dengan skala sebesar itu, maka secara otomatis akan memicu peningkatan perlindungan bagi tentara AS dan aset-aset AS yang berada di kawasan tersebut.

Ditegaskan pejabat Pentagon ini bahwa situasi-situasi itu tidak terjadi, setidaknya untuk saat ini.

Sementara itu, otoritas Lebanon tidak menyebut ledakan besar di Beirut sebagai sebuah serangan. PM Lebanon, Hassan Diab, sebelumnya menuturkan bahwa ada 2.750 ton pupuk pertanian amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di dalam gudang pelabuhan yang mengalami ledakan hebat tersebut.

Kepala Dinas Keamanan Publik Lebanon, Abbas Ibrahim, menyebut 'material berdaya ledak tinggi' yang disita beberapa tahun sebelumnya, disimpan di gudang yang dilanda ledakan. Penyebab pasti dari insiden ini masih dalam penyelidikan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa ledakan besar ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai sekitar 3.700 orang lainnya.

Halaman

(nvc/rfs)