Presiden Brasil Sembuh dari Corona, Giliran Kepala Stafnya Terinfeksi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 09:31 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he waves to supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence the Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil, Monday, July 20, 2020. (AP Photo/Eraldo Peres)
Setelah Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan negatif Corona, giliran Kepala Staf Kepresidenan yang positif terinfeksi virus ini (AP Photo/Eraldo Peres)
Brasilia -

Setelah Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, sembuh dari virus Corona (COVID-19), giliran kepala staf Presiden Brasil, Jenderal Militer Walter Souza Braga Netto, yang dinyatakan positif terinfeksi virus ini. Braga Netto menjadi pejabat tinggi ke-7 di Brasil yang terinfeksi Corona.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/8/2020), kantor kepala staf Presiden Brasil dalam pernyataannya menyebut Braga Netto dalam keadaan baik-baik dan tidak mengalami gejala apapun. Saat ini, Braga Netto tengah menjalani karantina hingga dilakukan pemeriksaan dan evaluasi medis terbaru.

Untuk sementara waktu, Braga Netto akan menjalankan pekerjaannya dari jarak jauh.

Sebelum Braga Netto, Bolsonaro terlebih dulu dinyatakan positif Corona. Bolsonaro bahkan menjalani karantina selama tiga pekan di istana kepresidenan sebelum akhirnya dinyatakan negatif Corona.

Pekan lalu, istri Bolsonaro dan salah satu menteri dalam kabinet pemerintahan Brasil juga dinyatakan positif Corona.

Dalam pernyataan terbaru kepada wartawan pada Senin (3/8) waktu setempat, Bolsonaro menyatakan dirinya baik-baik saja dan sudah sembuh dari Corona. Meskipun pekan lalu, Bolsonaro sempat mengungkapkan bahwa terdapat 'jamur' di paru-parunya dan dirinya meminum obat antibiotik. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal kondisinya ini.

Brasil sejauh ini mencatat total lebih dari 2,75 juta kasus Corona di wilayahnya, dengan lebih dari 94 ribu kematian. Dengan angka tersebut, Brasil tercatat sebagai negara dengan total kasus dan total kematian tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS).

Tonton video 'Hari Pertama Bolsonaro Kembali Bertugas Lebih Banyak Diam':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)