Iran Laporkan 2.685 Kasus Baru Corona, Tertinggi dalam Satu Bulan Terakhir

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 05:30 WIB
Some women wear face masks as they walk in downtown Tehran, Iran, Monday, March 2, 2020. A member of a council that advises Irans supreme leader died Monday after falling sick from the new coronavirus, becoming the first top official to succumb to the illness striking both citizens and leaders of the Islamic Republic. (AP Photo Vahid Salemi)
Ilustrasi virus corona di Iran (Foto: AP Photo)

Menurut Lari, situasi 'memprihatinkan' di 25 provinsi di Iran. "Sedihnya, sejak akhir Juni, infeksi harian terus meningkat di Qom," ujar Lari.

"Kami prihatin bahwa meremehkan situasi dan kurangnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat membuat keadaan semakin buruk akibat wabah di provinsi ini," imbuhnya.

Lari memperingatkan agar masyarakat tidak bepergian ke Mazandaran, sebuah resor wisata yang populer yang berlokasi di utara. Tempat itu diketahui menjadi penyumbang kasus sebanyak 6 kali lipat dalam enam minggu terakhir.

Angka resmi pemerintah setempat menunjukkan peningkatan kasus baru dan kematian sejak akhir Juni. Akibatnya pemerintah mewajibkan warga untuk mengenakan masker. Beberapa provinsi juga disarankan untuk kembali melakukan pembatasan.

Halaman

(lir/lir)