International Updates

Politikus AS Meninggal Akibat Corona, Trump Akan Larang TikTok

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 16:16 WIB
FILE - In this June 20, 2014, file photo, Herman Cain, CEO, The New Voice, speaks during Faith and Freedom Coalitions Road to Majority event in Washington.  Cain has died after battling the coronavirus. A post on Cains Twitter account on Thursday, July 30, 2020 announced the death.  (AP Photo/Molly Riley, File)
Politikus AS, Hermain Cain, yang antimasker meninggal dunia akibat komplikasi virus Corona (AP/Molly Riley)

- Trump Akan Larang Aplikasi TikTok, Khawatir Dipakai Intelijen China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya berencana menandatangani perintah eksekutif segera untuk melarang aplikasi video singkat milik China, TikTok, di AS. Pelarangan ini diumumkan saat otoritas AS khawatir TikTok akan digunakan oleh agen intelijen China.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (1/8/2020), Trump mengumumkan hal ini kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, pada Jumat (31/7) waktu AS. Disebutkan Trump bahwa dirinya akan menandatangani perintah eksekutif itu sesegera mungkin pada Sabtu (1/8) waktu AS.

"Sejauh TikTok menjadi kekhawatiran, kita akan melarang mereka dari Amerika Serikat," tegas Trump dalam pernyataannya.

"Saya akan menandatangani dokumennya besok," imbuhnya, merujuk pada Sabtu (1/8) waktu AS.

- Satu Lagi Pasien Corona Meninggal, Total 3 Kematian Tercatat di Vietnam

Otoritas Vietnam kembali melaporkan satu kematian akibat virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Sejauh ini, total tiga pasien meninggal dunia akibat Corona di wilayah Vietnam.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (1/8/2020), Kementerian Kesehatan Vietnam mengumumkan bahwa korban meninggal ketiga merupakan seorang pasien Corona berjenis kelamin perempuan dan berusia 68 tahun. Pasien ini menjalani perawatan medis di rumah sakit karena menderita kanker darah.

Pasien ini dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang disebabkan virus Corona.

- Pakar Kesehatan Top AS Khawatirkan Vaksin Corona Buatan China dan Rusia

Pakar kesehatan terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, melontarkan kekhawatiran soal keamanan vaksin virus Corona (COVID-19) yang tengah dikembangkan oleh China dan Rusia. Fauci mendorong otoritas AS untuk berhati-hati terhadap vaksin Corona produksi kedua negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (1/8/2020), kekhawatiran soal vaksin China dan Rusia itu disampaikan Fauci dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres AS pada Jumat (31/7) waktu setempat. Dalam rapat itu, Fauci ditanya apakah AS bisa menggunakan vaksin China atau Rusia jika kedua negara itu berhasil memproduksinya terlebih dulu. Fauci mengindikasikan hal itu tidak mungkin dilakukan.

"Saya berharap agar China dan Rusia benar-benar menguji vaksin sebelum mereka menyuntikkan vaksinnya kepada siapa pun," ucap Fauci yang merupakan pakar penyakit menular ini.

"Klaim-klaim soal vaksin yang siap didistribusikan sebelum Anda melakukan uji coba, saya pikir, itu sangat bermasalah," sebutnya.

Halaman

(nvc/nvc)