Polisi Hong Kong Akan Tangkap Aktivis Pro Demokrasi di Luar Negeri

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 03:12 WIB
Police detain protesters after a protest in Causeway Bay before the annual handover march in Hong Kong, Wednesday, July. 1, 2020. Hong Kong marked the 23rd anniversary of its handover to China in 1997, and just one day after China enacted a national security law that cracks down on protests in the territory. Hong Kong police said on Facebook they had arrested over 30 people on various charges, from unlawful assembly to the violation of a national security law on the first day of the law. (AP Photo/Kin Cheung)
Foto: Polisi Hong Kong tangkap aktivis pro-demokrasi (AP/Kin Cheung).
Hong Kong -

Polisi Hong Kong akan mencari enam aktivis pro-demokrasi yang tinggal di negara-negara pengasingan. Mereka dituduh melanggar hukum keamanan nasional.

Dilansir dari AFP, Jumat (31/7/2020), polisi Hong Kong telah memerintahkan penangkapan enam aktivis pro-demokrasi. Saat ini, mereka hidup di negara-nengara pengasingan.

Menurut media pemerintah China pada Jumat malam, mereka dituduh melanggar hukum keamanan nasional. Namun, petugas di tingkat kota enggan berkomentar.

"Polisi Hong Kong secara resmi memerintahkan penangkapan enam pembuat masalah yang melarikan diri ke luar negeri," kata televisi negara milik China, CCTV.

Aktivis pro-demokrasi, Nathan Law (27) masuk dalam satu dari enam orang yang akan ditangkap. Nathan saat ini berada di Inggris setelah melarikan diri dari Hong Kong.

Law menganggap tuduhan itu palsu dan menyebut 'kejahatan' satu-satunya yang dilakukan adalah mencintai Hong Kong.

"Saya harap bahwa anda semua dapat berdiri teguh untuk melawan teror putih daripada menyerah pada sensor diri," tulis Law dalam akun Facebooknya.

Tindakan keras terhadap demokrasi di Hong Kong meningkat setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota tersebut.

Ini akan menjadi pertama kalinya polisi kota menggunakan kekuatan ekstrateritorial dalam undang-undang baru untuk mengejar aktivis yang tidak berada di wilayah tersebut.

(aik/aik)