Round-Up

Beli Arloji hingga Urusan Renovasi Antar Najib Razak Terbukti Korupsi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 07:25 WIB
Sidang Najib Razak: Mantan PM Malaysia salahgunakan kekuasaan dalam kasus 1MDB
Foto: Eks PM Malaysia Najib Razak (BBC World)
Kuala Lumpur -

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak ditetapkan bersalah atas tujuh dakwaan korupsi terkait perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) oleh Pengadilan Malaysia. Hal ini dibuktikan lewat arloji mewah dan uang untuk renovasi rumah Najib.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (28/7/2020), penjatuhan putusan bersalah dalam kasus korupsi terkait 1MDB ini merupakan salah satu dari total lima kasus berbeda dan terpisah yang menjerat Najib -- total ada 42 dakwaan yang menjerat Najib dalam kasus-kasusnya.

Kasus ini pada utamanya menyangkut penyelewengan dana SRC International, anak perusahaan 1MDB. Namun penjatuhan hukuman terhadap Najib masih dibahas lebih lanjut oleh pengadilan.

Sidang kasus terkait SRC International ini dimulai sejak April 2019 lalu. Najib dijerat tujuh dakwaan terkait transfer dana sebesar 42 juta Ringgit dari SRC International ke sejumlah rekening pribadinya melalui beberapa perusahaan perantara.

Najib didakwa memanfaatkan jabatannya untuk menerima suap karena menyetujui jaminan pemerintah senilai miliaran Ringgit dalam bentuk pinjaman kepada SRC International. Tindakannya ini mengarah pada dakwaan pelanggaran kepercayaan publik dan dakwaan menerima hasil dari aktivitas melanggar hukum.

Bukti yang dihadirkan dalam sidang menunjukkan jejak uang yang kompleks melalui sejumlah rekening yang digunakan untuk membiayai renovasi rumah Najib, sejumlah pembelian dengan kartu kredit termasuk pembelian sebuah jam tangan mewah merek Chanel di Hawaii sebagai hadiah ulang tahun untuk istri Najib dan berbagai pengeluaran untuk partai-partai politik.

Dalam pembelaannya, Najib mengklaim dirinya disesatkan oleh para bankir nakal yang dipimpin oleh pemodal Low Taek Jho alias Jho Low yang kini buron. Para penyidik menyebut Jho Low sebagai dalang dalam skandal korupsi 1MDB.

Selanjutnya
Halaman
1 2