Kutuk Berubahnya Hagia Sophia Jadi Masjid, Pejabat Eropa: Saya Sangat Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 08:59 WIB
Pengadilan Turki menyetujui fungsi bangunan Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid. Umat Islam di Turki dapat melangsungkan salat mulai 24 Juli 2020.
Hagia Sophia (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Salah satu pejabat paling senior Uni Eropa mengutuk tindakan pemerintah Turki mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Dia mengingatkan bahwa Turki telah merusak hubungannya dengan Eropa.

"Sebagai orang Yunani, saya cukup getir. Saya merasa sangat marah tentang hal itu," cetus Margaritis Schinas, wakil presiden Komisi Eropa, pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2020).

Komentarnya muncul ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin salat Jumat pertama di Hagia Sophia, Istanbul pada Jumat (24/7) waktu setempat.

"Saya pikir Turki pada titik tertentu harus memutuskan bagaimana sikap geopolitik mereka, dan dengan siapa mereka ingin menyelaraskan diri di masa depan," ujar Schinas memperingatkan. Pernyataannya ini lebih keras pernyataan keprihatinan Uni Eropa yang disampaikan sebelumnya.

"Akankah Turki ingin bekerja sama dengan Uni Eropa dan mendasarkan diri pada nilai-nilai Eropa? Dan, jika itu masalahnya, apa yang terjadi hari ini dengan Hagia Sophia benar-benar merupakan titik awal yang buruk," imbuhnya.

Tonton video 'Erdogan Lantunkan Ayat Suci Al Quran di Hagia Sophia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2