Kutuk Berubahnya Hagia Sophia Jadi Masjid, Pejabat Eropa: Saya Sangat Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 08:59 WIB
Pengadilan Turki menyetujui fungsi bangunan Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid. Umat Islam di Turki dapat melangsungkan salat mulai 24 Juli 2020.
Hagia Sophia (Foto: Getty Images)

Sebelumnya, pengadilan tinggi Turki mencabut status monumen Hagia Sophia sebagai museum pada tanggal 10 Juli lalu dan Presiden Turki Recep Tayip Erdogan kemudian memerintahkan bangunan itu untuk dibuka kembali untuk ibadat umat muslim. Pencabutan status museum itu membuat marah komunitas Kristen.

Situs Warisan Dunia UNESCO di Istanbul yang bersejarah tersebut pertama kali dibangun sebagai katedral di jaman Kekaisaran Bizantium Kristen. Kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukan Utsmaniyah atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Dewan Negara, pengadilan administrasi tertinggi Turki, dengan suara bulat membatalkan keputusan tahun 1934 di mana pendiri modern Turki, Mustafa Kemal Ataturk saat itu memutuskan mengubah Hagia Sophia menjadi museum. Pengadilan Turki itu mengajukan argumen, bangunan itu terdaftar sebagai masjid dalam peruntukkan propertinya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias mengatakan bahwa konversi Hagia Sophia adalah "bukan perselisihan Yunani-Turki" dan pemerintahan Athena akan "menyoroti masalah ini melalui inisiatif internasional". Yunani merupakan negara yang paling keras menentang perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid.

Halaman

(ita/ita)