AS Serukan Negara-negara Bebas Kalahkan Ancaman Tirani Baru China

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 10:58 WIB
Secretary of State Mike Pompeo delivers a statement on Iraq and Syria, at President Donald Trumps Mar-a-Lago property, Sunday, Dec. 29, 2019, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/ Evan Vucci)
Foto: Menlu AS Mike Pompeo (AP Photo/ Evan Vucci)

Pompeo sangat mengkritik pemerintahan AS sebelumnya karena terlalu puas dengan China. Pompeo juga mengkritik perusahaan-perusahaan AS, karena terlalu mematuhi apa pun yang dituntut Beijing dari mereka.

Untuk diketahui, hubungan bilateral antara negara-negara adidaya itu menegang dalam minggu ini setelah perintah mendadak Washington untuk menutup konsulat China di Houston.

Pada hari Kamis (23/7), Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan dan penangkapan empat ilmuwan dan peneliti medis di universitas-universitas AS.

Keempatnya dituduh melakukan penipuan visa karena diduga berbohong tentang hubungan mereka dengan Tentara Pembebasan Rakyat dan Partai Komunis Tiongkok.

Pompeo mengatakan konsulat ditutup karena "merupakan pusat mata-mata dan pencurian IP."

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menyebut tindakan penutupan konsulat itu sebagai "tindakan keterlaluan dan tidak dapat dibenarkan yang akan menyabotase hubungan China-AS."

Halaman

(rdp/ita)