Round-Up

Horor Mayat Pasien Corona di Jalan: Dulu Ekuador Kini Bolivia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 21:32 WIB
Horor! Begitulah yang terjadi di Ekuador. Mayat hingga peti jenazah bergeletakan di jalanan saat pandemi Corona (Covid -19). Begini penampakannya.
Mayat Terbungkus Plastik dan Peti Jenazah Bergeletakan di Ekuador (Foto: Getty Images)

Kemudian 68 mayat ditemukan di Santa Cruz, kota terbesar di Olivia. Area metropolitan Santa Cruz merupakan area yang terdampak Corona paling parah di Bolivia. Separuh dari total kasus Corona di negara ini muncul di Santa Cruz.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan 60.991 kasus Corona terkonfirmasi di Bolivia, dengan 2.273 kematian.

Dalam pernyataannya, Rojas menyebut sekitar 85 persen dari mayat-mayat itu merupakan 'kasus positif COVID-19 dan kasus dengan gejala COVID, jadi akan dicatat sebagai kasus suspek'.

Sementara yang lain, sebut Rojas, meninggal akibat 'penyebab-penyebab lain, yang berarti kematian dari penyakit atau penyebab kekerasan'. Tidak diketahui pasti bagaimana bisa mayat-mayat itu telantar dan tidak dimakamkan dengan layak.

Menurut kantor epidemiologi nasional, wilayah Cochabamba dan La Paz mengalami 'kenaikan cepat' kasus Corona. Direktur Institut Investigasi Forensik, Andres Flores, menyatakan bahwa antara 1 April hingga 19 Juli, lebih dari 3 ribu mayat ditemukan di luar rumah sakit, diidentifikasi sebagai kasus terkonfirmasi atau kasus suspek Corona.

Halaman

(rdp/rdp)