Penyanderaan Bus Selama 12 Jam Berakhir Berkat Telepon Presiden Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 12:17 WIB
A policeman brings water for hostages contained in a bus after an armed man seized the long-distance bus and took some 10 people hostage in the city centre of Lutsk, some 400 kilometers (250 miles) west of Kyiv, Ukraine on Tuesday July 21, 2020. The assailant is armed and carrying explosives, according to a Facebook statement by Ukrainian police. Police officers are trying to get in touch with the man and they have sealed off the area. (Ukrainian Police Press Office via AP)
Seorang polisi mengantarkan minuman untuk para sandera di dalam bus (Ukrainian Police Press Office via AP)
Kiev -

Kepolisian Ukraina berhasil membebaskan 13 penumpang bus dari sebuah aksi penyanderaan yang berlangsung selama 12 jam lebih. Pelaku penyanderaan pun ditangkap setelah Presiden Volodymyr Zelensky setuju memenuhi permintaan pelaku yang aneh, yakni memposting rekomendasi film di akun media sosialnya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (22/7/2020), dinas keamanan Ukraina, SBU, menyatakan bahwa operasi gabungan berujung pada pembebasan seluruh sandera tanpa ada korban jiwa dalam aksi penyanderaan yang berlangsung di kota Lutsk pada Selasa (21/7) waktu setempat. Pelaku penyanderaan sempat mengancam akan meledakkan bom jika permintaannya yang tergolong aneh, dipenuhi.

Tayangan video dari lokasi kejadian menunjukkan sebuah bus berwarna biru-putih dengan kaca jendela pecah dan tirai ditutup, dengan dikepung banyak polisi. Pihak kepolisian sebelumnya menyebut ada 20 sandera di dalam bus tersebut, namun ternyata ada 13 sandera.

Pelaku sempat melepas tembakan dan melemparkan sebuah paket peledak ke ruas jalanan. Insiden ini terjadi di kota Lutsk yang berjarak 400 kilometer dari ibu kota Kiev. Para sandera berada di dalam bus sejak pagi hari, pukul 09.00 waktu setempat, tanpa akses pada makanan maupun akses ke toilet.

Pelaku awalnya menyebut dirinya sebagai Maksym Plokhoy. Namun polisi mengidentifikasinya sebagai Maksym Kryvosh (44) yang pernah mendekam di penjara selama 10 tahun atas berbagai tindak pidana. Sebuah akun Twitter dengan nama Kryvosh yang kini dihapus, mengklaim dirinya bersenjata lengkap, termasuk membawa bom, dan menuntut tokoh top Ukraina untuk menyampaikan pesan anti-kemapanan via media sosial.

Situasi tegang penyanderaan mereda setelah pelaku bicara via telapon dengan Presiden Zelensky. Dalam percakapan telepon itu, Presiden Zelensky sepakat memenuhi tuntutan pelaku yang agak aneh itu.

Presiden Zelensky merekam sebuah video pendek yang diposting ke Facebook yang isinya menyerukan orang-orang untuk menonton film dokumenter tahun 2005 berjudul 'Earthlings'. Film yang dinarasikan aktor Hollywood, Joaquin Phoenix, ini membahas soal perlakuan kasar manusia terhadap hewan.

"Dia (Presiden Zelensky) melakukan percakapan telepon, bicara selama 15 menit, dia meyakinkan pelaku untuk membebaskan tiga sandera," tutur wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko.

Selanjutnya
Halaman
1 2