Round-Up

Relokasi Besar-besaran New York Times dari Hong Kong Gegara UU Keamanan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 21:19 WIB
The New York TImes (AFP Photo)
Foto: The New York TImes (AFP Photo)

Langkah ini adalah relokasi besar pertama oleh sebuah organisasi berita internasional sejak China memberlakukan UU Keamanan yang kontroversial secara menyeluruh di Hong Kong akhir bulan lalu.

UU yang baru ini telah membawa angin dingin ke seluruh kota karena pasal-pasalnya yang luas untuk mengkriminalisasi beberapa pidato politik dan meningkatkan kontrol Partai Komunis China atas Hong Kong.

Satu ketentuan secara tegas menyerukan kepada pihak berwenang untuk "memperkuat manajemen" organisasi berita asing.

Laporan Times mengatakan baru-baru ini "menghadapi tantangan dalam mendapatkan izin kerja" untuk stafnya di Hong Kong, sesuatu yang dikatakannya "biasa di China tetapi jarang menjadi masalah di bekas koloni".

Hong Kong telah menjadi pusat regional utama bagi media internasional selama beberapa dekade berkat lingkungan bisnisnya yang mudah. Selain itu karena kebebasan sipil yang dijanjikan China untuk dilindungi hingga 2047 di bawah kesepakatan penyerahan dengan Inggris.

Bersamaan dengan New York Times, organisasi media yang memiliki pusat regional utama di Hong Kong termasuk AFP, CNN, Wall Street Journal, Bloomberg dan Financial Times.

Halaman

(rdp/aik)