Tak Tahan Dikarantina, Presiden Brasil Akan Kembali Jalani Tes Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 10:11 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro arrives for a flag raising ceremony outside Alvorada palace, the presidential residence in Brasilia, Brazil, Tuesday, May 12, 2020. The morning ceremony flew Brazils flag at half mast to mourn those who have died from the new coronavirus. (AP Photo/Eraldo Peres)
Jair Bolsonaro (AP Photo/Eraldo Peres)
Brasilia -

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, telah dikarantina nyaris sepekan terakhir setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Bolsonaro mengumumkan rencananya untuk kembali menjalani tes Corona karena dia 'tidak tahan' dikarantina.

Seperti dilansir AFP, Selasa (14/7/2020), tes Corona itu dijadwalkan dijalani Bolsonaro pada Selasa (14/7) waktu setempat. Bolsonaro menuturkan bahwa hasilnya seharusnya bisa diketahui beberapa jam setelahnya.

"Hasilnya seharusnya keluar dalam beberapa jam, dan saya akan menunggu dengan cemas karena saya tidak tahan rutinitas tetap tinggal di dalam rumah. Ini mengerikan," ucap Bolsonaro dalam wawancara telepon dengan CNN Brazil, dari kediaman resminya di Alvorada Palace, Brasilia.

Sejak awal pandemi Corona, Bolsonaro selalu meremehkan keseriusan ancaman virus ini. Dia bahkan mengkritik langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dalam upaya membatasi penyebaran virus Corona.

Dalam wawancara terbaru, Bolsonaro menyatakan dirinya merasa 'sangat sehat' dan tidak mengalami demam maupun gangguan pernapasan. Bolsonaro juga mengakui tidak kehilangan indera perasa, yang merupakan salah satu gejala utama virus Corona.

"Besok, saya tidak tahu apakah hasil tesnya akan mengonfirmasi itu (virus Corona-red), tapi jika semuanya baik-baik saja, saya akan kembali bekerja. Tentu saja, jika yang terjadi sebaliknya, saya akan menunggu beberapa hari lagi," ujar presiden berusia 65 tahun ini dalam wawancara pada Senin (13/7) waktu setempat.

Bolsonaro berharap dirinya bisa melanjutkan aktivitasnya paling tidak dalam sepekan ke depan. "Semuanya baik-baik saja. Kami bekerja melalui videoconference sepanjang waktu dan kami melakukan yang terbaik untuk tidak membuat hal-hal berakumulasi," katanya.

Brasil masih tercatat sebagai negara kedua yang terdampak Corona paling parah di dunia, setelah Amerika Serikat (AS). Hingga Senin (13/7) waktu setempat, sedikitnya 72.833 orang meninggal akibat Corona di Brasil. Total kasus Corona di Brasil dilaporkan mencapai 1,8 juta kasus sejauh ini.

Tonton video 'Positif Corona, Presiden Brasil Minum Obat Malaria':

(nvc/ita)