Foto Satelit Ungkap Aktivitas di Fasilitas Nuklir Korea Utara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 10:32 WIB
Fota citraan satelit yang dianalisis Middlebury Institute of International Studies (CNN Photo)
Foto: Fota citraan satelit yang dianalisis Middlebury Institute of International Studies (CNN Photo)
Pyongyang -

Sebuah aktivitas terbaru di salah satu fasilitas milik Korea Utara terpantau dari foto satelit. Fasilitas itu diduga dipakai para peneliti untuk membangun hulu ledak nuklir.

Seperti dilansir dari CNN, Rabu (8/7/2020) foto-foto hasil pantauan satelit yang diperoleh Planet Labs dan dianalisis oleh para ahli di Middlebury Institute of International Studies, menunjukkan bahwa fasilitas itu, berada di desa Wollo-ri dekat ibu kota negara Pyongyang.

Fasilitas itu belum pernah diungkapkan kepada publik, diyakini terkait dengan program nuklir Korea Utara dan tetap aktif.

"Dari situ ada semua tanda soal fasilitas nuklir Korea Utara - perimeter keamanan, perumahan di lokasi, monumen untuk kunjungan kepemimpinan yang tidak dipublikasikan, dan fasilitas bawah tanah. Dan itu terletak tepat di sebelah pabrik air botolan yang tidak memiliki karakteristik tersebut," kata seorang profesor di Middlebury Institute of International Studies, Jeffrey Lewis kepada CNN.

"Hal besar yang menonjol adalah semua lalu lintas kendaraan - mobil, truk, kontainer pengiriman. Pabrik ini sangat aktif. Aktivitas itu tidak melambat - tidak selama negosiasi dan tidak sekarang. Fasilitas itu masih membuat senjata nuklir," lanjutnya.

Ketika fasilitas itu diidentifikasi pada 2015 oleh para peneliti di Pusat Studi Nonproliferasi James Martin, Lewis dan rekan-rekan peneliti sebelumnya memilih untuk tidak mempublikasikan fasilitas tersebut karena mereka tidak dapat mengidentifikasi peran spesifiknya dalam program nuklir Korea Utara.

Namun, mereka mengatakan publikasi nama dan fungsi situs itu diungkap dalam buku yang ditulis oleh Ankit Panda, seorang ahli Korea Utara yang bekerja untuk Federasi Ilmuwan Amerika, menjadikan lokasi tersebut sebagai masalah kepentingan umum.

Tonton juga video 'Simbol Politik Korut-Korsel Kini Rata dengan Tanah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2