International Updates

40 Ribu Pasien Corona Singapura Sembuh, Israel Luncurkan Satelit Mata-mata

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 17:17 WIB
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Otoritas Singapura mencatat 136 kasus baru infeksi virus Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Dari kasus-kasus baru itu, tujuh di antaranya merupakan kasus impor.

Menurut data Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) yang dipublikasi di website MOH seperti dilansir Channel News Asia, Senin (6/7/2020), jumlah kasus impor harian tersebut merupakan yang tertinggi sejak 3 April lalu, ketika tercatat 9 kasus impor.

Salah satu kasus impor tersebut baru pulang dari India pada 20 Juni lalu, sedang empat kasus lainnya juga baru kembali dari India pada 23 Juni lalu. Dua kasus lainnya diketahui baru pulang ke Singapura dari Yaman pada 24 Juni lalu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (6/7/2020):

- Israel Luncurkan Satelit Mata-mata Terbaru untuk Pantau Musuh

Israel meluncurkan sebuah satelit mata-mata terbaru ke luar angkasa. Satelit mata-mata itu diklaim mampu memberikan pengintaian berkualitas tinggi untuk intelijen militer Israel.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/7/2020), Israel terus meningkatkan kemampuan pengintaian untuk memantau musuh termasuk Iran, yang program nuklirnya dipandang sebagai ancaman besar.

Satelit mata-mata yang baru ini diketahui bernama Ofek 16. Peluncuran dilakukan dari sebuah lokasi di Israel bagian tengah pada Senin (6/7) pagi waktu setempat. Satelit Ofek 16 ini diluncurkan dengan menggunakan roket buatan lokal, Shavit, yang digunakan dalam peluncuran satelit Ofek sebelumnya.

- China Tangkap Profesor yang Kritik Xi Jinping Soal Virus Corona

Pihak berwenang China menahan seorang profesor hukum yang menerbitkan esai bernada kritik ke Presiden China Xi Jinping. Esai itu membahas soal pandemi virus Corona dan upaya Xi untuk mengkonsolidasikan kekuasaan.

Seperti dilansir AFP, Senin (6/7/2020) Xu Zhangrun, seorang profesor dan kritikus yang jarang bicara lantang terhadap pemerintah di akademisi China yang disensor, ditangkap di rumahnya di pinggiran kota Beijing oleh lebih dari 20 orang. Informasi ini diperoleh dari salah seorang rekannya yang enggan disebut namanya.

Xu menerbitkan sebuah esai pada bulan Februari lalu, yang menyalahkan budaya pembohongan dan sensor yang dikembangkan oleh Presiden Xi dalam penyebaran virus Corona di China.

- Dari 44.800 Kasus Corona di Singapura, Lebih dari 40 Ribu Telah Sembuh

Otoritas Singapura mencatat 136 kasus baru infeksi virus Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Dari kasus-kasus baru itu, tujuh di antaranya merupakan kasus impor.

Selanjutnya
Halaman
1 2