Cetak Rekor, Victoria Gelar Lebih dari 24 Ribu Tes Corona Sehari

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 10:28 WIB
Medical workers staff a drive-through COVID-19 testing site located in a shopping centre carpark in Melbourne on June 23, 2020. - Australians were warned on June 22 to avoid travelling to Melbourne, as the countrys second biggest city tightened coronavirus restrictions amid fears of a second wave of the epidemic. (Photo by William WEST / AFP)
Petugas melakukan tes swab Corona terhadap warga Melbourne, Victoria, di pusat perbelanjaan setempat (AFP/WILLIAM WEST)
Victoria -

Negara bagian Victoria di Australia mencetak rekor baru untuk jumlah kematian dan tambahan kasus virus Corona (COVID-19) harian tertinggi. Lebih dari 120 kasus baru tercatat dalam sehari di Victoria, dengan total tes Corona mencapai rekor tertinggi sebanyak 24.500 tes dalam sehari.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (6/7/2020), Premier Victoria, Daniel Andrews, mengumumkan pada Senin (6/7) bahwa 127 kasus Corona dilaporkan dalam sehari di negara bagian tersebut. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi untuk tambahan kasus harian di Victoria.

Dari jumlah tersebut, sebut Andrews, sekitar 53 kasus di antaranya muncul dari 3 ribu orang yang 'dikurung' oleh polisi di apartemen-apartemen mereka di sembilan blok permukiman umum sejak Sabtu (4/7) waktu setempat.

Pada Minggu (5/7) waktu setempat, negara bagian Victoria mencatat 74 kasus dalam sehari. Andrews menyebut bahwa tambahan 127 kasus Corona dalam sehari itu mencerminkan rekor harian jumlah tes Corona yang melebihi 24.500 tes.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) melaporkan total 8.583 kasus Corona terkonfirmasi di Australia, dengan 105 kematian. Total kematian bertambah menjadi 105 orang, setelah seorang kakek berusia 90 tahun meninggal dunia akibat Corona.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otoritas Medis Australia, Paul Kelly, menggambarkan kenaikan kasus ini sebagai 'kapal pesiar vertikal' karena tingginya risiko penyebaran virus Corona.

Lonjakan kasus di Victoria ini terjadi saat otoritas setempat bersiap menutup perbatasan dengan negara bagian New South Wales.

Diumumkan Andrews bahwa perbatasan antara negara bagian Victoria dengan negara bagian New South Wales akan ditutup mulai Selasa (7/7) malam, setelah tercapai kesepakatan antara otoritas kedua negara bagian dan Perdana Menteri Scott Morrison.

(nvc/ita)