Round-up

Ambisi Kanye West Jadi Oposisi Trump

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 22:05 WIB
CHICAGO, ILLINOIS - OCTOBER 28: Kanye West attends Jim Moore Book Event At Ralph Lauren Chicago on October 28, 2019 in Chicago, Illinois. (Photo by Robin Marchant/Getty Images for Ralph Lauren)
Foto: Robin Marchant/Getty Images for Ralph Lauren

Di sisi lain, sebelumnya Presiden AS Donald Trump memimpin acara perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Gunung Rushmore. Dalam pidatonya, Trump melontarkan tuduhan pedas kepada para demonstran black lives matter.

Pada pidato di South Dakota, ia mengatakan monumen yang menampilkan ukiran wajah empat presiden AS itu "akan berdiri selamanya sebagai penghargaan abadi pada leluhur kita dan kebebasan kita".

"Monumen ini tidak akan pernah dinodai, para pahlawan ini tidak akan pernah dirusak," katanya kepada khalayak, yang menyambutnya dengan sorak-sorai seperti dilansir BBC, Jumat (3/7/2020).

Tidak hanya itu, Trump juga memperingatkan bahwa unjuk rasa memprotes ketidaksetaraan ras di AS baru-baru ini, mengancam fondasi sistem politik AS.

"Negara kita sedang menyaksikan kampanye tanpa ampun untuk menghapus sejarah kita, mencemarkan pahlawan-pahlawan kita, menghapus nilai-nilai kita dan mengindoktrinasi anak-anak kita," ujar Trump dalam pidatonya seperti yang dilansir Reuters.

"Jangan salah, revolusi budaya sayap kiri ini dirancang untuk menggulingkan revolusi Amerika," sebut Trump. "Anak-anak kita diajari di sekolah untuk membenci negara mereka sendiri," imbuhnya.

Unjuk rasa besar-besaran usai pembunuhan seorang pria kulit hitam bernama George Floyd oleh polisi Minneapolis, berujung aksi vandalisme terhadap patung-patung tokoh Konfederasi di beberapa kota di AS. Patung Presiden AS Andrew Jackson di luar Gedung Putih, gagal dirobohkan oleh demonstran. Semasa hidup, Jackson dikenal akan kebijakannya yang populis, memiliki budak dan mengusir ribuan warga pribumi AS dari rumah-rumah mereka.

Halaman

(dwia/maa)