PM Kanada Mulai Diselidiki terkait Kontrak Kontroversial Saat Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 12:21 WIB
Prime Minister Justin Trudeau holds a news conference in Ottawa on Wednesday, Jan. 8, 2020. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Foto: PM Kanada Justin Trudeau (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Ottawa -

Badan pengawas etika Kanada telah memulai penyelidikan terhadap Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau terkait kontrak kontroversial pengelolaan program pemerintah melalui sebuah yayasan amal saat pandemi virus Corona (COVID-19). Yayasan amal ini memiliki hubungan dengan keluarga Trudeau.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/7/2020) investigasi ini dimulai pada Jumat (3/7). Komisaris Konflik Kepentingan dan Etika Mario Dion menulis di akun Twitternya bahwa dia telah "memberi tahu" Trudeau tentang keputusan itu. Investigasinya bersifat rahasia dan akan menjadi subjek laporan setelah selesai.

Pengumuman itu dikeluarkan setelah salah satu pendiri WE Charity, Craig Kielburger dan Marc Kielburger, mengatakan mereka mengundurkan diri dari program tersebut, yang mereka katakan telah "terjerat dalam kontroversi sejak saat diumumkan."

Tonton juga 'PM Kanada Akui Ada Rasisme Sistemik di Negaranya':

[Gambas:Video 20detik]

Pemerintah Trudeau telah mengumumkan pada akhir Juni bahwa mereka memberikan organisasi tersebut pengelolaan program federal CAN $ 900 juta (US $ 662 juta), yang memberikan bantuan hingga $ 5.000 kepada siswa yang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan sukarela dengan organisasi nirlaba selama pandemi Corona.

Trudeau, istri dan ibunya pada suatu waktu diundang sebagai pembicara oleh WE Charity. Hubungan mereka dengan kelompok itu membuat partai-partai oposisi untuk mencurigai adanya perlakuan istimewa.

Menteri Keberagaman, Inklusi, dan Pemuda Bardish Chagger, mengatakan keputusan WE Charity untuk menarik diri adalah "disepakati bersama."

"Situasi ini terungkap dengan cara yang benar-benar tidak menguntungkan," kata Trudeau pada konferensi pers hari Jumat (3/7).

Dia menjelaskan keterlibatan dirinya dan keluarganya dalam organisasi itu.

"Sepanjang hidup saya, saya telah terlibat dalam mendukung kaum muda," katanya.

Untuk diketahui, Komisaris Etika telah merilis dua laporan yang menyimpulkan bahwa Trudeau melanggar Undang-Undang Konflik Kepentingan: pada tahun 2017, karena berlibur di pulau pribadi Aga Khan, dan tahun lalu karena mencoba mempengaruhi proses hukum dalam kasus SNC-Lavalin, di mana anak perusahaan dari perusahaan teknik dituduh membayar suap untuk mendapatkan kontrak di Libya.

(rdp/nvc)