Baru Menjabat, Petinggi Boeing Mundur Gegara Artikel 30 Tahun Lalu

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 13:04 WIB
Boeing sementara akan menutup sementara pabriknya di Washington untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Penutupan berlangsung selama 14 hari.
Foto: AP/Ted S. Warren
Washington -

Kepala komunikasi Boeing mengundurkan diri pada Kamis (2/7) waktu setempat, menyusul komplain atas artikel yang ditulisnya lebih dari 30 tahun yang lalu, yang menyatakan bahwa wanita tidak boleh bertugas dalam pertempuran.

Pengunduran diri petinggi Boeing itu terjadi ketika sejumlah perusahaan AS memeriksa budaya perusahaan mereka setelah berminggu-minggu protes di negara itu atas rasisme dan kebrutalan polisi, menyusul pembunuhan pria Afrika-Amerika, George Floyd oleh seorang polisi kulit putih.

Niel Golightly meninggalkan jabatannya di Boeing setelah baru beberapa bulan menjabat.


Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/7/2020), d
alam sebuah pernyataan pers, ia mengatakan bahwa artikel itu "adalah kontribusi pilot Angkatan Laut Perang Dingin berusia 29 tahun yang salah arah terhadap debat yang berlangsung saat itu."

"Argumen saya sangat salah dan menyinggung," ujar Golightly seraya menambahkan bahwa dialog yang terjadi sesudahnya "dengan cepat membuka mata saya, mengubah pikiran saya, dan membentuk prinsip-prinsip keadilan, inklusi, rasa hormat, dan keragaman yang telah memandu kehidupan profesional saya sejak itu. "

Tonton video 'Mengenal Teknologi HEPA Filter di Kabin Pesawat Jet Boeing':

Selanjutnya
Halaman
1 2