Dinkes Kaltim Klarifikasi soal Balikpapan Masuk Zona Hitam Corona

Suriyatman - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 21:20 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Balikpapan -

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) menjelaskan soal zonasi warta yang memberi warna hitam untuk Balikpapan dalam kasus Corona (COVID-19). Dinkes Kaltim menyatakan ada kesalahan pemberian warna karena kategori berdasarkan atas kasus yang masih dirawat.

"Terkait perubahan warna (zona hitam) mohon maaf hal itu sudah kami klarifikasi dan infografis tersebut atau pewarnaan itu tidak berdasarkan akumulasi kasus tapi atas kasus aktif yang masih dirawat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, Kamis (2/7/2020).

Warna hijau untuk kasus nihil atau nol COVID-19, warna kuning untuk jumlah kasus 1-9 kasus, oranye untuk jumlah 10-20 kasus, zona merah untuk 21-30 kasus, zona merah untuk 31-45 kasus, ungu 46-70 kasus, abu-abu 70-95 kasus, dan terakhir warna hitam untuk jumlah kasus di atas 95.

Saat ini total akumulasi kasus COVID-19 di Balikpapan mencapai 186 kasus, 111 di antaranya sembuh, 71 orang masih dirawat, dan empat orang meninggal dunia.

Andi mengatakan, peningkatan kasus yang terjadi di Balikpapan adalah bukti bahwa petugas kesehatan di sana terus melakukan tracing dalam upaya untuk terus mencegah terjadinya penambahan kasus yang signifikan.

"Ini adalah upaya dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk mencegah mewabahnya kasus ini di Kota Balikpapan, apalagi diketahui bahwa penambahan kasus di Balikpapan didominasi oleh para pekerja yang ingin kembali bekerja di Kota Balikpapan khususnya di perusahaan migas dan sektor tambang," kata Andi.

"Jadi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dan Dinkes yang terus melakukan pencarian untuk mencegah terjadinya wabah adalah tindakan yang baik, apalagi peningkatan kasus ini dilakukan setelah adanya pelonggaran," jelas Andi.

(aik/aik)