International Updates

Kata Trump Soal Desakan Pakai Masker, Jet Tempur AS Jatuh Lagi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:35 WIB
President Donald Trump looks at his phone during a roundtable with governors on the reopening of Americas small businesses, in the State Dining Room of the White House, Thursday, June 18, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Sebuah jet tempur jenis F-16 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) jatuh saat menjalani misi latihan di South Carolina, AS. Pilot jet tempur itu tewas dalam kecelakaan ini.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/7/2020), jet tempur tersebut jatuh di Pangkalan Udara Shaw, yang berjarak 160 kilometer dari Charleston bagian utara, pada Selasa (30/6) malam, sekitar pukul 23.30 waktu setempat.

Pangkalan Udara Shaw dalam pernyataannya menyebut bahwa pilot tersebut sedang menjalankan misi latihan ketika kecelakaan terjadi. Belum ada informasi soal penyebab kecelakaan tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (2/7/2020):

- AS Sita Produk Rambut dari China yang Dibuat di Kamp Xinjiang

Bea cukai Amerika Serikat (AS) menyita produk-produk yang dibuat dari rambut asli manusia yang dikirim dari China. Produk-produk itu diyakini dibuat oleh warga minoritas muslim di kamp kerja paksa di Xinjiang, China.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/7/2020), produk-produk tersebut merupakan bagian dari pengiriman seberat 13 ton dan bernilai US$ 800 ribu dari Lop County Meixin Hair Product Co. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) memerintahkan pada 17 Juni bahwa produk-produk dari perusahaan itu ditahan, dengan alasan produk itu dibuat dengan melibatkan tahanan dan pekerja paksa, termasuk anak-anak.

"Produksi barang-barang ini mengarah pada pelanggaran HAM yang sangat serius," sebut Asisten Eksekutif Komisioner untuk Perdagangan pada CBP, Brenda Smith.

"Perintah penahanan dimaksudkan untuk memberi pesan yang jelas dan langsung terhadap seluruh entitas yang ingin melakukan bisnis dengan Amerika Serikat, bahwa praktik-praktik ilegal dan tidak manusiawi tidak akan ditoleransi dalam jaringan suplai AS," tegasnya.

- Didesak Pakai Masker di Depan Umum, Ini Kata Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang belum pernah terlihat di depan umum mengenakan masker selama pandemi virus Corona, mengatakan bahwa dirinya "tidak punya masalah" soal memakai masker. Dia pun kembali menegaskan keyakinannya bahwa penularan virus ini akan "menghilang".

"Jika saya berada dalam situasi yang rapat dengan orang-orang, saya pastinya akan melakukan itu (memakai masker)," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, seiring banyak negara bagian AS mencatat lonjakan tajam jumlah kasus-kasus baru infeksi Corona.

Tetapi seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2020), Trump menambahkan: "Biasanya saya tidak dalam posisi itu."

- Menkes Selandia Baru Mundur Terkait Blunder Respons Pemerintah Atas Corona

Menteri Kesehatan (Menkes) Selandia Baru, David Clark, mengundurkan diri dari jabatannya terkait blunder dalam respons pemerintah terhadap pandemi virus Corona (COVID-19). Blunder tersebut memicu munculnya kembali kasus baru di negara yang sempat menyatakan bebas dari Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2